Menristek: Ilmu Tanpa Etika, Ateis

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 6 November 2015 08:44
Menristek: Ilmu Tanpa Etika, Ateis
Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama akan menumbuhkan etika.

Dream - Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir menilai penting membangun sinergi antara agama dan pendidikan tinggi. Baginya, nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama akan menumbuhkan etika.

" Orang yang terdidik merupakan orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang baik. Dan orang yang berpendidikan harus memiliki etika. Etika dan agama memiliki kesamaan nilai," ujar Nasir di seminar nasional Pendidikan Agama di Wilayah Perbatasan Negara di Auditorium Kementerian Agama, MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 5 November 2015.

Dia mencontohkan pentingnya sinergi antara agama, etika, dan pendidikan itu dengan mengetengahkan kasus kloning sebagai contoh. Dalam riset penggandaan makhluk hidup itu, secara ilmu boleh saja dianggap menjadi terobosan. Tetapi, dalam agama, mengkloning manusia contohnya, bisa dianggap melanggar etika.

" Teori bisa dilakukan tapi etika harus juga baik. Kalau berilmu tanpa menggunakan etika, nanti bisa ateis," jelasnya.

Untuk itu, dia terus mendorong kerjasama yang dilakukan antara lembaganya dengan Kementerian Agama (Kemenag). Bahkan secara khusus dirinya akan membantu kekurangan tenaga pendidik di wilayah perbatasan, seperti yang dikeluhkan Kemenag.

" Perguruan tinggi di daerah perbatasan bagi saya harus berusaha menjadi lebih baik. Sebab, selama ini pendidikan di wilayah perbatasan ini tidak pernah diperhatikan. Makanya saya terus melakukan afirmasi, jika dosennya kurang maka akan saya bantu tambahkan," jelasnya.

Tak hanya pendidik perguruan tinggi, Nasir bahkan menyiapkan 3.000 guru yang akan diterjunkan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

" Kami telah mendidik 3.000 pengajar yang akan disebar di wilayah-wilayah perbatasan. Mereka akan diberangkatkan pada 2016. Selain itu, dalam lima tahun kami menargetkan bisa merampungkan bisa merampungkan infrastruktur di daerah 3T tadi," pungkas dia. (Ism) 

Beri Komentar