Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Wabah virus Corona Wuhan (2019-nCoV) menjadi ketakutan di seluruh dunia. Beragam kabar dan informasi mengenai virus ini menyebar dengan cepat.
Pakar kesehatan pernapasan atau pulmonologist RS Universitas Indonesia (RSUI) dr. Raden Rara Diah Handayani, SP.P(K) menyebut, salah satu informasi pria lebih rentan terserang virus Corona Wuhan.
Informasi didasarkan pada studi wabah SARS 2002. Seperti diketahui, SARS dan 2019-nCov berasal dari keluarga virus corona.
" Sebanyak 71 persen lebih banyak ditemukan pada laki-laki dengan rentang umur 40-50 tahun," kata Rara, di Depok, Selasa, 4 Februari 2020.
Banyaknya kasus SARS pada kaum pria disebabkan jumlah reseptor sel ACE2 yang lebih banyak dimiliki pria ketimbang wanita. Reseptor ini ditemukan di epitel paru-paru dan usus.
Menurut pakar mikrobiologi RSUI, dr. R Fera Ibrahim, M.Sc., Ph.D., Sp.MK(K), oleh sebab itu gejala awal terjangkitnya virus Corona Wuhan yaitu diare dan infeksi saluran perpasan akut (ISPA).
Fera mengatakan, tak hanya jenis kelamin, reseptor ACE2 juga lebih banyak ditemukan pada ras Asia dibandingkan pria kulit putih atau hitam.
Karakteristik yang mirip dengan SARS membuat virus 2019-nCov diduga juga berisiko lebih mudah menyerang kaum pria.
Selain itu, orang lanjut usia juga lebih rentan terserang 2019-nCov. Sama halnya seperti influenza, virus Corona Wuhan juga memicu komplikasi yang lebih ganas pada orang dengan imunitas rendah.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menjaga imunitas tubuh.
" Jangan lupa etika saat batuk dan bersin. Penggunaan masker yang benar juga dapat mencegah penularan penyakit ini," kata Fera.
Dream - Virus corona yang mewabah membuat masyarakat global khawatir. Sudah ada ratusan orang meninggal dunia akibat virus yang mewabah ini.
Pihak asuransi pun memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman virus corona. Misalnya, Generali Indonesia.
Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 4 Februari 2020, CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, mengatakan pemegang polis bisa mengajukan klaim jika dia terkena virus.
“ Generali secara penuh akan menjamin dan menanggung pengobatan nasabah yang terkena virus corona, menyesuaikan ketentuan polis,” kata Edy di Jakarta.
Pertama, kata Edy, nasabah harus memastikan penyakitnya masuk dalam pertanggungan polis. Saat mengklaim, polis harus dalam keadaan aktif. Agar klaim bisa dipercepat, nasabah juga harus mempersiapkan dokumen yang diperlukan.
“ Klaim tidak berada dalam masa tunggu polis, serta menggunakan jaringan rumah sakit untuk cashless klaim,” kata dia,
Walaupun ada sejumlah polis yang memberikan jaminan layanan kesehatan, Edy meminta pemegang polis untuk menghindari infeksi virus.
Sampai saat ini, yang bisa dilakukan masyarakat dalam upaya pencegahan virus corona adalah membiasakan perilaku hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan air dan sabun cair, menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk, menggunakan masker, dan pergi ke dokter jika kondisi kesehatan memburuk.
Edy mencontohkan produk yang bisa memberikan perlindungan terhadap virus corona, yaitu Global Medical Plan.
“ Melalui General Medical Plan, Generali memberikan jaminan layanan kesehatan di seluruh dunia dengan besaran pertanggungan hingga Rp35 miliar,” kata dia.
Dream - Kepercayaan investor terhadap perekonomian China yang diserang virus corona perlahan-lahan berangsur pulih. Sentimen dari global tersebut bergabung dengan kembalinya aksi beli pada saham penggerak indeks yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke jalur hijau.
Aksi beli investor pada saham sektor keuangan terutama emiten BBCA dan BBRI turut menggairahkan pasar modal syariah. Setelah tiga hari tertekan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) akhirnya ditutup menguat signifikan.
Menguat sejak awal perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan Selasa, 4 Februari 2020 dengan menguat 0,748 poin (0,44%) ke level 171,812. ISSI mengawali perdagangan di sesi prapembukaan dengan naik ke level 171,992.
Laju ISSI naik signifikan di sesi pagi dengan menyentuh level tertinggi di 172,606. Di sesi siang, investor mulai menahan diri terjun ke pasar dan membuat ISSI tertekan ke level terendahnya di 171,415.
![]()
Penguatan juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 3,533 poin (0,55%) ke level 639,640.
Indeks JII70 naik 1,262 poin (0,60%) ke level 213,162.
Rebound yang terjadi pada saham BBCA yang sempat ditinggalkan pemodal asing mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sore ini IHSG menguat 38,169 poin (0,65%) ke level 5.922,339.
Kepercayaan diri investor mulai bangkit. Para penanam modal membeli saham-saham, terutama di sektor industri aneka dan keuangan. Indeks sektor industri aneka melesat 1,68 persen dan keuangan 1,33 persen.
Indeks sektor perdagangan terkoreksi 0,50 persen dan pertanian 0,07 persen.
Emiten syairah top gainer kali ini adalah INDS yang harga sahamnya meningkat Rp260, ICBP Rp200, TCPI Rp200, ASII Rp125, dan ASII Rp125.
Harga saham GHON terkoreksi Rp385, CITA Rp300, UNTR Rp300, INPP Rp200, dan PGAS Rp180.
Pada 16.35, rupiah menguat terhadap dolar AS. Kurs dolar AS melorot 78 poin (0,57%) ke level Rp13.663 per dolar AS.