Ibu Pengidap Virus Corona di China Melahirkan Bayi yang Sehat

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 4 Februari 2020 11:44
Ibu Pengidap Virus Corona di China Melahirkan Bayi yang Sehat
Bayi tersebut terbukti negatif terjangkit virus corona

Dream - Keajaiban terjadi di China yang menjadi pusat wabah virus corona. Seorang ibu penderita virus yang bermutasi menjadi 2019-NCoV dilaporkan melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat.

Kabar melegakan di tengah kepanikan dunia akan wabah viru corona itu terjadi di rumah sakit di Harbin yang berada di Provinsi Heilongjong, China.

China Global Television Network (CGTN) mengumumkan, pada Senin 3 Februari 2020 malam waktu setempat, bayi perempuan itu negatif terjangkit virus corona.

Dalam pengumuman itu, kondisi sang ibu yang menderita virus corona dalam keadaan stabil. Meski demikian, bayi tersebut harus dipisahkan dari sang ibu untuk dilakukan observasi lebih lanjut.

Dilaporkan Yahoo News, dokter dan perawat yang membantu persalinan terlihat sangat bahagia. Hal itu tergambar dari foto-foto yang tersebut.

Meski dokter dan perawat yang membantu persalinan harus menggunakan pakaian khusus. Mereka tetap bekerja dengan baik hingga bayi dan ibunya selamat.

Hingga kini, sudah ada 426 orang di China meninggal dunia akibat virus corona. Sementara, ada dua kematian di wilayah Heilongjong, daerah bayi perempuan itu lahir.

(Sah, Sumber: Yahoo News)

1 dari 8 halaman

Kelelawar di Indonesia Mengandung Virus Corona, Ini Sebarannya

Dream - Wabah virus corona (2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, China hingga kini masih menjadi perhatian dunia. Pasalnya, sudah ada ratusan orang meninggal dunia akibat virus yang belum ada obatnya itu.

Diduga, penyebab virus corona di Wuhan yaitu dari kelelawar. Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono mengatakan, kelelawar yang ada di Indonesia juga mengandung virus corona.

" Kelelawar yang kami dapatkan ada (virus corona), kita kan dari wilayah barat sampai Indonesia timur meski tidak setiap kota, kita pilih Bukittinggi, di Bogor Panjalu, Ciamis sampai Manado," ujar Agus saat berbincang dengan Dream, Senin, 3 Januari 2020.

Meski demikian, Agus belum dapat memastikan virus corona yang ada di kelelawar di Indonesia sama atau tidak dengan yang di Wuhan. Hal itu, kata dia, perlu ada penelitian lebih lanjut.

" Sekarang yang dikhawatirkan dengan kelelawar itu karena memang kita dapatkan virus corona itu ada di kelelawar. Kita nggak tahu apakah corona yang ditemukan sama dengan yang di Wuhan mungkin beda, serinya lain," ucap ahli yang juga Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini. 

 

2 dari 8 halaman

Cara Menghindarinya: Jangan Memakan Buah

Lebih lanjut, kata dia, virus corona yang ditemukan di kelelawar wilayah Indonesia itu berjenis pemakan buah.

Maka dari itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memakan buah bekas yang dimakan kelelawar.

 

Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono

Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono (Foto: Situs resmi IPB) 

" Ada lebih dari 50 jenis kelelawar. Banyak jadi ada kelelawar pemakan serangga ada, seperti vampir juga ada. (Indonesia) itu ada beberapa kelelawar, prinsipnya itu kelelawar buah. Ada di jurnal yang kita publish," kata dia.

3 dari 8 halaman

Tangani Virus Corona Wuhan, Tubuh Perawat Penuh Bercak Merah

Dream - Kasus virus Corona Wuhan (2019-nCoV) di kota Wuhan, Provinsi Hubei, mencapai 11.000 orang. Para staf kesehatan berusaha keras menangani menyebarnya virus ini.

Perawat Corona di China

Seorang perawat di Departemen Penyakit Terinfeksi di Rumah Sakit Anak Provinsi China, Hu Pei, 22 tahun, bekerja keras hingga wajah dan tangannya penuh tanda merah. Bahkan, tangannya tampak keriput dan pecah-pecah karena terpapar alkohol selama seharian.

Kondisi ini membuat punggung tangannya seperti kulit orang tua.

Dilaporkan China Press, Hu Pei lahir di 1998. Selama bertugas menjalani kegiatan, dia menggunakan pakaian dan sarung tangan selama sehari, dengan bedak talcum di dalam sarung tangannya.

" Aku bersiap untuk menjalani karantina setiap waktu," kata dia.

Dia mengatakan, ikut serta dalam misi itu sebagai bagian tanggung jawab generasi setelah 90-an.

" Faktanya, kami tidak takut, namun kami punya misi dan kami harus melakukan sesuatu. Kami muda dan takut tidak berpengalaman," ujar dia.

" Kadang ada rasa takut dan khawatir dalam hati dan keluargaku, tapi menggunakan masker, dan penutup wajah, baju pengaman tidak akan membuatku khawatir," ucap dia.

Kolega Hu Pei, Ning Bin berharap Hu Pei tidak lupa menggunakan krim dan sarung tangan.

 

 

4 dari 8 halaman

Beredar Foto Kondisi Paru-Paru Diduga Pasien Terjangkit Virus Corona

Dream - Hasil pemindaian sinar X terhadap paru-paru seorang perempuan 33 tahun pengidap virus Corona Wuhan, mengejutkan banyak pihak. Dari hasil rontgen terlihat sisi paru-paru wanita yang terpapar 2019-NCoV itu menjadi buram.

Dilaporkan Siakapkeli, perempuan tersebut dirawat di sebuah rumah sakit di Lanzhou, China. Suhu tubuhnya mencapai 38,8 derajat Celcius dengan kondisi napas terdengar kasar setelah lima hari didera batuk.

Di pasien selam aini bekerja di Wuhan, Provinsi Hubei. Kota tersebut diduga menjadi penyebab asal virus 2019-nCoV.

Perempuan yang tak disebut namanya itu, didiagnosis terpapar virus Corona Wuhan setelah kandungan sel darah putihnya yang rendah.

5 dari 8 halaman

Ada Bercak Putih, Lihat Fotonya

Pemindaian menunjukkan bercak putih di sudut bawah paru-parunya. Ahli radiologi menyebutnya sebagai " kegelapan kaca tanah" dari ruang udara di paru-paru.

Bintik-bintik putih tampak lebih jelas pada rontgen kedua. Rontgen berlabel B diambil tiga hari setelah rontgen pertama.

Gambar tersebut dipresentasikan sekelompok peneliti di Rumah Sakit Pertama Universitas Lanzhou ke Jurnal Radiology.

Ahli radiologi dari Universitas Thomas Jefferson, Paras Lakhani, tidak terlibat dalam penelitian ini, namun meneliti hasil rontgen tersebut.

Hasil rontgen paru-paru pengidap virus Corona Wuhan (Foto: Siakapkeli)

Hasil rontgen paru-paru pengidap virus Corona Wuhan (Foto: Siakapkeli)

Dia mengatakan, bahwa seandainya hasil rontgen itu diperbesar, itu akan terlihat seperti kaca yang buram.

 

 

6 dari 8 halaman

Kucing dan Anjing Dilempar dari Apartemen, Pemilik Takut Tertular Virus Corona

Dream - Kesimpangsiuran soal penularan virus corona yang bermutasi jadi virus 2019-nCoV telah membuat sebagian warga China jadi bingung.

Mereka jadi panik sehingga tidak bisa lagi mencerna informasi yang disampaikan oleh para pakar kesehatan di negara itu.

Baru-baru ini, sebagian warga China membunuhi hewan peliharaan seperti kucing dan anjing karena takut jadi pembawa virus corona.

Mereka melemparkan hewan-hewan malang itu dari jendela apartemen setelah menerima informasi penularan virus 2019-nCoV yang belum dikonfirmasi kebenarannya.

Seekor anjing mati setelah dilempar dari atas apartemen.

Disebutkan bahwa hewan-hewan peliharaan itu bisa menyebarkan virus corona kepada manusia jika melakukan kontak dengan orang yang terjangkit virus.

Foto-foto memperlihatkan puluhan kucing dan anjing bersimbah darah di jalan-jalan menjadi viral di media sosial China.

7 dari 8 halaman

Pernyataan Dokter Membuat Panik Warga

Kepanikan warga China yang membuang hewan peliharaan mereka melalui jendela apartemen dipicu oleh pernyataan seorang dokter bernama Dr Li Lanjuan.

Dalam pernyataannya di TV, dokter Li mengatakan jika hewan peliharaan melakukan kontak dengan orang yang terjangkit virus, maka harus dikarantina sebagai langkah antisipasi.

Sebuah outlet media lokal kemudian dilaporkan mengubah kata-katanya menjadi 'kucing dan anjing dapat menyebarkan virus corona'.

8 dari 8 halaman

Berita Hoax Menyebar Cepat

Berita hoax itu pun menyebar dengan cepat setelah Zhibo China mempostingnya di platform media sosial Weibo.

Akibat pemelintiran kata-kata tersebut, sebagian warga panik dan membunuhi hewan peliharaan mereka dengan cara yang sangat keji.

Dalam upaya untuk membendung dan mengakhiri berita hoax tersebut, China Global Television Network memposting kutipan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 
Bunyinya: 'Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dapat tertular virus corona baru, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Rabu.'

Sumber: World of Buzz

Beri Komentar