Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Garis Polisi (Shutterstock.com)
Dream - Satu unit Mercedes-Benz mengalami kecelakaan tunggal di Senayan, Jakarta Pusat. Pengemudi mobil tersebut mati di tempat.
Kepala Sie Sub-Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Eko Setyo BW, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis malam, 16 Desember 2021. Lokasi tepatnya di depan Hotel Mulia.
Eko menerangkan awalnya mobil melaju dari Patal Senayan menuju utara pada pukul 23.45 WIB. Diduga pengemudi kurang konsentrasi saat di Lampu Lalu Lintas Hotel Mulia.
" Itu out of control," ujar Eko.
Pengemudi putar balik kemudian memacu gas. Tetapi, posisi setir saat itu belum lurus sehingga mengalami kecelakaan karambol.
" Akhirnya mencong ke kiri menabrak trotoar sebelah kiri, habis itu mental ke kanan nabrak pohon, terbalik, terus mentok tiang LRT," kata Eko.
Dari keterangan yang didapat dari lokasi, kata Eko, warga setempat melarikan korban ke rumah sakit. Sayangnya, korban tidak tertoling.
" Korban meninggal dunia di rumah sakit," kata dia.
Kasus ini dalam penanganan Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Sementara jenazah korban sudah diambil keluarga, dikutip dari merdeka.com.
Dream - Polda Metro Jaya telah memeriksa MDS, 66 tahun, pengemudi Mercedes Benz yang melawan arus di Tol Cikunir hingga menabrak Honda Mobilio dan Toyota Innova pada Sabtu 27 November 2021.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Argo Wiyono, mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara yang melibatkan keluarga MDS. Menurut dia, diduga MDS menderita demensia.
" Jadi, MDS, dia selalu mau kerja. Kan dia pensiunan PNS," ujar Argo, dikutip dari Merdeka.com.
Dari keterangan keluarga, MDS selalu merasa harus masuk kantor. Padahal, dia sudah lama pensiun.
Setiap hari kerja, MDS ditemani pengasuh. Tetapi saat akhir pekan, MDS dirawat oleh anak-anaknya.
" Pengasuhnya itu cuma Senin sampai Jumat, sementara Sabtu dan Minggu libur," kata dia.
Argo melanjutkan saat kejadian pada Sabtu lalu, MDS ternyata pergi tanpa sepengetahuan keluarga. Dia keluar rumah dengan mengendarai mobil padahal sudah dua tahun dilarang nyetir sendiri.
" Semenjak kondisi makin parah dilarang nyetir dan ke mana-mana harus didampingi," kata dia.
Sebelum terjadi kecelakaan, kata Argo, MDS masuk tol lewat Exit Bintara. Kakek itu kemudian melajukan mobilnya dengan melawan arah.
" Jadi bukannya di dalam tol nyeberang jalan," kata dia.
Mobil tersebut melaju cukup kencang. Hingga akhirnya menabrak dua mobil dari arah berlawanan.
" Jadi mobil tabrak dulu mobil Honda Mobilio makanya hancur parah dan Honda Mobilio muter. Nah, saat muter dihantam mobil Innova di lajur 3, lajur cepat," kata Argo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya