Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jenazah Korban Covi-19 Ditumpuk Di Dalam Truk. (Foto: SWNS)
Dream - Pandemi Covid-19 telah merenggut banyak nyawa manusia. Sampai hari ini saja, situs Worldometer.info melaporkan jumlah kematian di dunia akibat virus corona jenis SARS-CoV-2 ini telah menyentuh 382.479 jiwa di seluruh dunia.
Penanganan pasien yang meninggal akibat Covid-19 juga banyak menimbulkan masalah. Selain mendapat penolakan warga, pemulasaraan jenazah korban Covid-19 juga menjadi sorotan.
Staf pemakaman di Flatbush, Brooklyn, Amerika Serikat, misalnya. Mereka menghadapi tumpukan jenazah yang diletakkan di dalam sebuah truk di luar sebuah layanan pemakaman New York.
Sementara beberapa foto menunjukkan puluhan peti mati berisi jenazah yang ditata dengan hanya disangga memakai kursi.
Menurutnya, ada sekitar 40 jenazah di dalam truk tersebut yang ditumpuk begitu saja.
Dia mengatakan sebelumnya ada 400 jenazah yang harus diurus pada akhir April lalu.
Butuh waktu tiga hari bagi staf pemakaman untuk mengurus ratusan jenazah itu.
Staf pemakaman juga terkejut karena jenazah-jenazah itu 'ditimbun' begitu saja dan dibiarkan tanpa tanda pengenal.
Mirisnya lagi, para staf pemakaman tidak diberi Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat mengurus para jenazah korban Covid-19 itu.
Staf pemakaman itu mengatakan dia dan beberapa temannya memilih berhenti dari pekerjaan mereka karena takut tertular virus corona.
Virus corona diketahui dapat bertahan berjam-jam, bahkan berhari-hari, pada tubuh manusia setelah meninggal. Itu sebabnya ada SOP lengkap untuk menangani jenazah korban Covid-19.
Sebagai informasi, Brooklyn di New York mencatatkan rekor kematian tertinggi akibat wabah Covid-19 di AS.
Sumber: LobakMerah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya