Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gus Dur
Dream - Cerita soal Gus Dur tak pernah habis. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari, ini memang dikenal dengan pemikiran unik dan humoris. Orang lain bahkan menyebutnya aneh.
Dengarlah kisah tentang Gus Dur dari Mohammad Mustahdi, putra KH Abdullah Abbas, saat kedatangan paket dari istana. Saat itu, Gus Dur yang bernama asli Abdurrahman Wahid belum lama terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia ke empat.
Kiai Abdullah Abbas –yang kondang dengan nama Kiai Dullah, adalah orang yang menolak keras pencalonan Gus Dur sebagai presiden. Sampai putusan akhir musyawarah para kiai meridai pencalonan putra pertama KH Abdul Wahid Hasyim, Kiai Dulah tetap dalam menolak dengan tetap menghargai keputusan forum.
Penolakan Kiai Dulah tentu saja bukan tanpa alasan. Sesepuh Buntet itu –menurut penuturan putranya– enggan melihat Gus Dur menjadi tumbal reformasi. Bahkan, saat pemilihan presiden berlangsung, Kiai Dulah menangis.
“ Saya ingat betul, saat pemilihan itu, bapak nangis,” ujar Mohammad Mustahdi, putra Kiai Dulah, sebagaimana dikutip Dream dari laman nu.or.id, Selasa 20 Desember 2016.
Paket dari Presiden Gus Dur itu hanyalah sebuah pot bertanamkan kaktus. Tidak lebih. “ Hanya kaktus?” tanya Mustahdi pada staf presiden.
Tentu staf presiden itu mengiyakan karena memang tidak ada lagi. Hal tersebut membuat Mustahdi bertanya-tanya. Namun ketika ia menanyakan apa maksud kiriman itu pada ayahnya, ia hanya mendapat senyum ayahnya. Tidak lebih.
“ Bapak tuh cuma senyum aja,” ujar wakil ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama itu.
Lantas apa sebenarnya makdus Gus Dur mengirim kaktus tersebut? Baca selengkapnya di tautan berikut ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya