Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto:dailymail)
Dream - Seorang jurnalis Turki, Turgay Güler, menangis setelah melihat video yang memperlihatkan seorang anak kecil di Aleppo, Suriah, dioperasi tanpa anestesi atau pembiusan.
Güler langsung bercucuran air mata saat video itu menampilkan anak berusia lima tahun tersebut terus membaca ayat-ayat suci Alquran selama menjalani operasi.
Laman MailOnline melaporkan, Güler menangis dan hampir tak bisa berbicara setelah menyaksikan video yang nampaknya direkam oleh seorang dokter di tengah perang kota Suriah.
Namun, video tersebut belum diverifikasi oleh MailOnline dan tidak diketahui direkam di daerah Suriah bagian mana.
© Dream
Kondisi Aleppo dikabarkan semakin mencekam saat ini. Perang antara tentara pemerintah Bashar Al Assad dan pemberontak terus terjadi.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengecam tindakan Rusia dan Suriah yang dituding mencegah pasokan barang, termasuk peralatan medis, mencapai penduduk sipil yang sakit di Aleppo Timur pada awal bulan ini.
Bahkan evakuasi penduduk kota itu terhenti hari ini. Para pejabat Suriah menyerukan penduduk yang terluka dibiarkan keluar dari desa-desa Syiah yang terkepung, yaitu Al-Foua dan Kefraya di Provinsi Idlib.
Reuters melaporkan bahwa seorang pejabat pemerintah mengatakan, " Jika penduduk yang terluka di Kefraya dan Al-Foua dievakuasi, operasi untuk mengevakuasi Aleppo Timur akan segera dilanjutkan."
© Dream
Dream - Perang saudara di Suriah semakin memburuk dan mengkhawatirkan. Apalagi setelah pasukan pemerintah pimpinan Bashar al-Assa terus membombardir Aleppo Timur pada hari Selasa, 13 Desember 2016.
Beberapa aktivis dan warga setempat mengunggah video dan pesan di media sosial. Mereka menyebutnya sebagai kemungkinan bahwa itu adalah pesan terakhir mereka.
Ada laporan bahwa beberapa pasukan pro-pemerintah diperintahkan untuk menembak warga sipil di tempat, yang mengakibatkan pembunuhan massal 82 orang, termasuk 11 perempuan dan 13 anak-anak.
Juru bicara PBB, Jens Laerke menggambarkan pengepungan Aleppo sebagai 'kehancuran kemanusiaan yang lengkap'.
Beberapa warga dan aktivis yang putus asa telah mengunggah berbagai pesan sambil berdoa agar anak-anak mereka tetap aman. Mereka juga menulis pesan berisi ucapan terima kasih kepada orang-orang yang mereka temui dalam hidup mereka dan membuat semuanya lebih baik.
Perang di Aleppo telah memaksa warga Suriah untuk mencari perlindungan sejak tahun 2012. Dan serangan terbaru telah begitu merusak dan menyeramkan. Warga dan wartawan di Suriah tidur tanpa harapan apakah mereka akan bangun keesokan harinya.
Ketika bombardir berskala berat dilancarkan Assad dan militer Iran di Aleppo Timur pada tanggal 13 Desember lalu, orang-orang yang terjebak di kota itu hanya bisa meluapkan rasa putus asa dan ketakutan melalui media sosial.
Salah satunya video dari aktivis Lina Shamy dari Aleppo ini yang mengguncang seluruh dunia. Dalam video itu, Lina berkata, " Ini mungkin video terakhir saya."
Hujan bom dimana-mana....
© Dream
Di Twitter Lina menulis, " Kepada semua yang bisa mendengar saya! #SaveAleppo#SaveHumanity." Di tweet berikutnya, dia menambahkan, " Kepada semua yang bisa mendengar saya, kami di sini rentan mengalami genosida #StandWithAleppo."
Aktivis lain Salah Ashkar dalam videonya berkata, " Di sini banyak sekali anak-anak yang menjadi korban. Dunia harus bertindak sekarang, saya mohon." Seraya berkata demikian, suara bom jatuh dan meledak terdengar bersahutan di latar belakang.
Seorang wartawan dan pembuat film dokumenter, Bilal Abdul Kareem, yang terjebak di Aleppo juga meluapkan perasaannya di Twitter.
" Mungkin ini adalah pesan terakhir dari Aleppo Timur. Pasukan rezim Assad semakin dekat dan menghujani kota dengan bom."
Tidak hanya orang-orang dewasa yang merasa putus asa dengan kondisi Aleppo Timur yang semakin mencekam, seorang bocah 7 tahun yang menjadi korban pembomban juga angkat bicara.
" Nama saya Bana. Saya berusia 7 tahun. Saya bicara kepada dunia secara langsung dari Aleppo Timur. Ini adalah momen terakhir saya. Entah hidup atau mati - Bana."
Lina Shamy kemudian mengunggah tweet yang sedikit melegakan tapi juga menyeramkan. " Gencatan senjata baru telah dibuat dua jam yang lalu agar warga mengungsi. Namun tak ada yang percaya dengan Iran si Pengkhianat yang merusak perjanjian sebelumnya #Aleppo."
Gencatan senjata memang tidak bisa dipercaya di Aleppo karena ambulans saja yang bekerja untuk tugas kemanusiaan, sopirnya ditembak di pos pemeriksaan. Sementara warga sipil yang melintas juga diserang karena dianggap bagian dari pemberontak.
Untuk mengenang korban kekejaman perang saudara di Aleppo, Perancis memadamkan lampu Menara Eiffel pada 14 Desember kemarin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya