Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
(Foto: New England Journal Of Medicine)
Dream - Dokter di Rusia baru-baru ini melaporkan kasus yang tidak biasa. Seorang wanita memiliki sejumlah benjolan yang berpindah-pindah di sekitar wajahnya setiap beberapa hari.
Setelah diperiksa, benjolan itu ternyata adalah cacing parasit yang hidup di bawah kulitnya.
Wanita yang tidak disebutkan namanya itu pertama kali melihat benjolan kecil di bawah mata kirinya, tetapi dia tidak mempedulikannya.
Lima hari kemudian, benjolan itu menghilang namun digantikan oleh tiga benjolan yang lebih besar di atas matanya.
10 Hari kemudian, tiga benjolan itu hilang. Tetapi giliran bibirnya atasnya yang menjadi bengkak.
Terganggu oleh keanehan yang terjadi, wanita yang tinggal di Moskow itu mencari bantuan medis.
![]()
Setelah diperiksa, benjolan aneh itu sebenarnya adalah cacing parasit hidup yang disebut Dirofilaria repens.
Wanita itu, yang mendokumentasikan gejala-gejala aneh itu melalui serangkaian foto selfie, akhirnya bisa bernapas lega.
Cacing yang merayap dan tumbuh semakin besar di bawah lapisan kulitnya akhirnya bisa dikeluarkan melalui prosedur operasi lokal.
Kedengarannya seperti mimpi buruk, tetapi menurut sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu, ada lebih dari 3.500 kasus Dirofilaria repens dilaporkan antara 1977 dan 2016.
Di Eropa saja, laporan tentang kasus Dirofilaria repens ini menjadi lebih sering dalam beberapa tahun terakhir.
Lantas, bagaimana cacing parasit itu bisa hidup dan tumbuh di bawah lapisan kulit manusia?
Natalia Pshenichnaya, seorang spesialis penyakit menular di Universitas Kedokteran Negara Rostov, Rusia, mengatakan cacing parasit itu bisa masuk melalui gigitan nyamuk biasa.
Nyamuk secara tidak sengaja mengambil larva parasit tersebut dari inangnya - anjing atau karnivora lainnya. Setelah itu nyamuk mengirimkan larva itu ke dalam aliran darah melalui gigitannya.
Sejak itulah, Dirofilaria repens mulai tumbuh dan membesar hingga bisa bergerak di bawah lapisan kulit kita.

Dalam banyak kasus, hanya satu parasit yang memasuki aliran darah kita. Tetapi ada beberapa kasus di mana lebih dari satu cacing ditemukan di bawah kulit korban.
Hal yang paling menakutkan adalah jika tidak mendapat perawatan yang tepat atau tidak diangkat melalui operasi, cacing parasit itu dapat hidup di bawah kulit hingga dua tahun.
Penelitian menunjukkan bahwa Dirofilaria repens betina dapat tumbuh memanjang hingga 6,5 inci. Sementara yang jantan bisa tumbuh hingga hampir 3 inci.
Cacing parasit tersebut dapat berpindah-pindah di bawah lapisan kulit ke seluruh tubuh tetapi tidak bisa menembus organ dalam manusia.
Namun, setengah dari 4.000 kasus yang didokumentasikan di Rusia sejak 1997, Dirofilaria repens lebih suka tinggal di area wajah manusia.
(ism, Sumber: OddityCentral.com)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
