Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kakek Wardin Yang Hidup Sebatang Kara. (Foto: Instagram/@rumahyatim)
Dream - Statistik negara boleh saja mengklaim ekonomi mulai membaik. Namun nyatanya, masih banyak orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tak sedikit orang sulit memenuhi kebutuhan hidup, bahkan hanya sekdar makan.
Seperti kisah Wardin. Hidupnya sebatang kara. Sudah begitu tinggal di gubuk reyot. Meski hidup di jurang kemiskinan, dia tak menyerah. Raganya memang tak lagi perkasa. Namun dia tak mau meratapi nasib. Kakek itu tetap membanting tulang demi sesuap nasi.
Dengan tenaga terbatas, Wardin menjadi pemulung. Memungut sampah dan mengubahnya menjadi duit. Seperti apa kisahnya? Simak selengkapnya berikut ini.
Kakek 62 tahun itu tak bisa bersantai seperti manusia senja kebanyakan, yang lebih banyak menghabuskan waktu bersama anak dan cucu. Wardin justru menghabiskan masa senja dengan nasib yang tak begitu mujur.

Ia kerja keras banting tulang mememungut botol-botol bekas dan barang lainnya yang bisa dijual. Hasil dari kegiatan memulungnya itu hanya cukup untuk membeli makan. Bahkan tak jarang ia tidak makan karena pendapatan hariannya tak mencukupi.
Kakek Wardin memulung dengan menaiki sepede tuanya. Rongsokan yang sudah terkumpul ia serahkan kepada pengepul untuk ditukar pundi-pundi rupiah.
Hal ini dengan sukarela ia lakukan demi menyambung hidupnya. Mengingat kini ia sudah tinggal sebatang kara dalam sebuah gubuk reot yang benar-benar tidak layak untuk dihuni.
" Inilah rumah seorang lansia pencari rongsok, setiap hari kakek tidur di gubuk tak layak ini, rasa khawatir selalu menghantui kakek, bagaimana jika saat kakek tertidur pulas rumahnya ambruk dan menimpa kakek?” tulis akun Instagram @rumahyatim.
Kisah pilu Wardin bermula dari dirinya ditinggal sang istri. Diketahui sampai sekarang sang istri tidak pernah kembali. Tidak diketahui kemana istrinya pergi. Sebab tak ada kabar tentang keberadaannya.

Pada awalnya sang istri pamit pergi dari rumah dengan alasan bekerja. Akan tetapi hingga saat ini, sang istri tidak pernah kembali dan membuat kakek Wardin hidup sebatang kara.
" Istri Kakek pergi untuk bekerja dan tidak pernah kembali. Kakek Wardin mencari rongsok setiap hari sampe jam 11, dan menjual ke pengepul dengan jarak 1 KM," lanjut keterangan pada akun pengunggah.
Nasib malang kakek Wardin tidak berhenti di situ saja. Rupanya ia menderita penyakit sesak napas yang membuatnya semakin kesulitan.

Mengingat pendapatannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, ia tidak pernah mengobati penyakit yang dideritanya. Bahkan ia rela menahan sakitnya dan tetap bekerja memulung setiap hari sampai jam 11 serta menjualnya ke pengepul dengan jarak 1 kilometer.
" Kakek wardin mempunyai penyakit sesak dan jarang untuk di obati," bunyi keterangan pada unggahan.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya