New York Sediakan 500 Ribu Porsi Makanan Halal Untuk Buka Puasa Umat Islam

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 27 April 2020 07:00
New York Sediakan 500 Ribu Porsi Makanan Halal Untuk Buka Puasa Umat Islam
Makanan buka puasa ini dibagikan dari rumah ke rumah.

Dream - New York, Amerika Serikat, menyediakan 500 ribu porsi makanan halal untuk buka puasa umat Islam sepanjang Ramadhan. Program ini menjadi ujung tombak upaya Pemerintah Kota New York memberi makanan kepada dua juta penduduk kurang mampu.

" Salah satu anjuran paling mulia dari Ramadhan adalah memberi makan pada mereka yang lapar," ujar Wali Kota New York, Bill de Blasio, dikutip dari Bloomberg.

" Ingatlah untuk selalu berada di dekat mereka yang membutuhkan. Dan upaya tersebut lebih sulit sekarang dari biasanya karena orang-orang tidak bisa pergi ke masjid," lanjut dia.

Sebanyak 400 ribu porsi makanan halal akan didistribusikan kepada 32 gedung Departemen dan Pendidikan. Sedangkan 100 ribu porsi sisanya akan disalurkan melalui organisasi masyarakat sepanjang bulan Ramadhan.

Program ini menjadi bagian dari penyediaan 10 juta porsi makanan pesan antar yang dilayani lewat 435 situs dan lewat jasa pengantaran taksi kepada mereka yang tinggal di rumah. Program ini menghabiskan biaya mencapai US$170 juta, setara Rp2,6 triliun.

 

1 dari 5 halaman

Krisis Pangan New York

New York tengah mengalami ancaman krisis makanan. De Blasio memprediksi New York akan kehilangan sedikitnya 475 ribu pekerjaan sepanjang masa lockdown.

De Blasio berharap bisa menyediakan setidaknya 10 juta makanan bulan ini, dan siap melayani 15 juta pada bulan Mei. Walikota tidak memberikan perkiraan biaya akhir.

" Tidak ada warga New York yang akan kelaparan. Kota Anda akan menyediakan (makanan)," janji de Blasio

Ramadhan di AS dimulai pada Kamis malam. Bulan Suci ini menandai periode refleksi spiritual dan peningkatan diri lewat puasa.

2 dari 5 halaman

Wall Street Ambruk, New York Bersiap Jadi Kota Mati Wuhan

Dream - Indeks Dow Jones terjun bebas pada sesi perdagangan Senin kemarin. Pasar saham Amerika Serikat ini anjlok sejak di sesi pembukaan sehingga memicu dihentikannya perdagangan.

Kejatuhan ini terjadi menyusul persiapan New York mematikan aktivitas sekolah, bar, dan restoran untuk mencegah penyebaran virus corona baru lebih meluas. Di pusat keuangan dunia ini tercatat ada 329 kasus infeksi Covid-19 yang terkonfirmasi, lebih sedikit dibandingkan dengan Wuhan ketika ditutup.

Eks Komisaris FDA, Scott Gottlieb, mendesak pemerintah setempat untuk segera mengambil tindakan.

" Jika kita punya gaya Wuhan di New York, itu akan membuat sistem kewalahan. Mereka perlu membangun kapasitas sekarang untuk mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan," kata Gottlieb, dikutip dari CCN.

Perdagangan di pasar saham AS dihentikan sementara pada Senin setelah S&P 500 memutus sirkuit untuk ketiga kalinya dalam sepekan. Aksi jual dipercepat setelah perdagangan dilanjutkan.

 

3 dari 5 halaman

Bencana Pasar Saham AS

Indeks Dow jatuh 2.755,86 poin atau 11,89 persen ke 20.429,76. S&P 500 terjun 11,21 persen ke 2.407,04. Sedangkan Nasdaq meluncur 11,21 persen ke 6.991,94 saat sesi perdagangan Senin sempat terjadi.

Semua tanda menunjuk ke sesi bencana pasar saham. Meskipun bank sentral AS, The Federal Reserve mengeluarkan kebijakan darurat pemotongan suku bunga.

New York saat ini merupakan kota dengan kasus Covid-19 terkonfirmasi terbanyak di AS. Sebanyak 729 pasien dinyatakan positif di seluruh AS, dengan 329 kasus ada di New York.

Muncul wacana untuk menutup penuh wilayah New York seperti Wuhan. Sementara Wuhan sendiri ditutup setelah ada 500 kasus terkonfirmasi.

" Semua pilihan ada di meja ketika krisis terjadi. Kami belum pernah menyaksikan apapun yang seperti ini," kata Wali Kota New York, Bill de Blasio.

Para pialang saat ini tengah mengantisipasi dampak penutupan ekonomi AS dalam skala luas. Sejumlah toko retail, perusahaan travel, bar, restoran dan usaha lokal menjadi sektor terdampak paling besar.

4 dari 5 halaman

Bluechips Syariah Berguguran, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Kecemasan investor terhadap virus corona membuat indeks syariah terkoreksi. Bahkan, surplus perdagangan pada Februari 2020 senilai US$2,34 miliar (Rp34,4 triliun) tak sanggup menahan laju pergerakan perdagangan.

Angin negatif juga datang dari pasar luar negeri setelah bank sentral AS, The Federal Reserves, mendadak mengumumkan penurunan suku bunga acuan. Kebijakan in sebagai langkah antisipasi dampak wabah virus corona baru. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini, Senin, 16 Maret 2020 dengan melemah tajam 6,684 poin (4,70%) ke level 135,524. ISSI mendekam seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 142,208.

Minimnya aksi jual pelaku pasar akibat penyesuaian dengan kondisi terkini wabah corona di Indonesia membuat ISSI sempat tergelincir ke level terendah di 135,237.

Penurunan lebih tajam terjadi pada dua indeks kepingi biru syariah. Indeks blulechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), anjlok sampai 31,087 poin (6,05%) ke level 483,066.

Sementara Indeks JII70 turun 9,956 poin (5,81%) ke level 161,341.

Aksi jual investor memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak berkutik. IHSG melorot 216,914 poin (4,42%) ke level 4.690,657.

5 dari 5 halaman

Saham Andalan Berguguran

Virus corona yang menghantui perekonomian membuat investor melepaskan saham-sahamnya di semua sektor. Indeks sektor infrastruktur terperosok 5,98 persen, barang konsumsi 5,67 persen, dan manufaktur 5,23 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JECC yang harga sahamnya terangkat Rp1.190, GHON Rp160, EMTK Rp150, LINK Rp140, dan DVLA Rp100.

Sebaliknya, yang menghuni top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terpangkas Rp1.075, INTP Rp775, ICBP Rp575, ITMG Rp525, dan UNVR Rp525.

Dari pasar uang, dolar AS nyaris menembus level Rp15 ribu. Kurs dolar menguat 204 poin (1,36) ke level Rp14.981 per dolar AS.

Beri Komentar