Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Agama Lukman Bersama Dirjen PHU Abdul Djamil Saat Konferensi Pers Di Gedung Kemenag (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Pemerintah resmi menetapkan penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2016. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1437 H/2016 M.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan berdasarkan Keppres tersebut BPIH tahun ini akan turun sebesar US$132, setara Rp1,7 juta. Sehingga, jumlah total BPIH tahun ini menjadi US$2.585, setara Rp34.639.000, dari tahun sebelumnya sebesar US$2.717, setara Rp36.407.800, dengan nilai kurs ditetapkan Rp13.400 per US$1.
Lukman mengatakan penurunan BPIH ini disebabkan beberapa faktor. Salah satunya turunnya biaya transportasi menyusul penurunan harga minyak mentah dunia.
"Karena harga minyak dunia mengalami penurunan, Avtur juga ikut turun. Maka, biaya transportasi angkutan udara mengalami penurunan," ujar Lukman dalam konferensi pers penetapan BPIH 2016 di Gedung Kementerian Agama (Kemenag) Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa, 17 Mei 2016.
Selain itu, kata Lukman, faktor pemondokan dan biaya antisipasi keselamatan juga menjadi penyebab penurunan tersebut. Hal ini didasarkan pada kesepakatan yang dicapai Kemenag dengan Komisi VIII DPR RI untuk melakukan efisiensi.
"Setiap orang akan dikenai biaya pemondokan dari 4.500 riyal Saudi (setara Rp15.958.936) menjadi 4.366 riyal Saudi (setara Rp15.483.715)," ucap dia.
"Biaya antisipasi emergensi yang awalnya sebesar Rp100 miliar menjadi Rp40 miliar. Konsekuensinya kami akan memperketat kemungkinan-kemungkinan yang tidak dapat diprediksi," kata Lukman.
Meski BPIH mengalami penurunan, Kemenag memastikan tetap memberi layanan yang prima kepada para jemaah haji Indonesia.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Abdul Djamil menjanjikan layanan makan, fasilitas transportasi, dan pemondokan yang baik dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun lalu, misalnya, jemaah haji hanya dapat makan 15 kali. Untuk haji tahun ini, jemaah haji mendapat makan hingga 24 kali," kata Djamil.
Bagi calon jemaah haji, Kemenag membuka dua tahap pelunasan BPIH 2016. Tahap pertama pelusanan dapat dilakukan sejak 19 Mei 2016 hingga 10 Juni 2016. Adapun tahap kedua pelunasan, dimulai sejak 20 Juni 2016 hingga 30 Juni 2016.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?