Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Hmetro.com.my)
Dream - Pemasangan pagar di dalam sebuah makam Islam di Kuala Terengganu, Malaysia yang selama ini digunakan oleh dua kampung yang bertetangga menjadi perbincangan hangat warganet.
Makam yang berada di perbatasan Kampung Laut dan Kampung Belukar Jambu itu, telah lama menjadi makam bersama bagi warga dua desa itu.
Namun, baru-baru ini ada perselisihan antara warga kedua desa. Ini terjadi setelah warga Kampung Belukar Jambu diduga mencoba memasang pagar di dalam makam.
Pagar itu dipasang seolah untuk membagi wilayah makam bersama warga kedua desa itu selama ini.
Situasinya bahkan semakin memanas saat ada pihak yang mengunggah isu pemasangan pagar itu di Facebook melalui akun Kampung Laut.
Dalam akun itu, warga Kampung Laut mempersoalkan tindakan pemasangan pagar yang sepertinya ingin membagi makam bersama bagi kedua desa.
Sementara itu, warga Kampung Belukar Jambu berpendapat mereka memasang pagar untuk menghalangi sapi dari Kampung Laut yang sering masuk ke area makam di wilayah mereka. (ism)
© Dream
Dream - Sapi-sapi bahkan buang hajat di dalam makam. Menurut warga Kampung Belukar Jambu, sapi-sapi itu bisa masuk karena pagar makam di bagian Kampung Laut sering tidak dikunci.
Seorang pengurus Kampung Laut, Amran Abu Bakar, 42 tahun, berkata tindakan pemasangan pagar sempat mengherankan warganya. Sebab, warga desa di Kampung Laut tidak diajak bicara terlebih dahulu.
" Makam di sini selalu menjadi tempat pemakaman bagi dua warga desa yang meninggal. Bahkan ada warga desa Kampung Belukar Jambu yang dikubur di daerah Kampung Laut dan sebaliknya.
" Pemasangan tiang pagar yang sudah siap disemen menimbulkan pertanyaan di antara kita. Apa tujuan mereka membuat pagar di dalam makam sementara di sekitarnya sudah ada pagar," kata Abu Bakar saat ditemui oleh Harian Metro kemarin.
Karena tidak ingin berselisih lebih jauh dengan warga desa sebelah, lanjut Abu Bakar, warga Kampung Laut membawa masalah ini ke Kepala Mukim Kepong yang memerintahkan agar pemasangan pagar tidak dilanjutkan.
" Saya dan beberapa warga desa lainnya memutuskan untuk mencabut tiang pagar yang disemen itu dan memindahkannya ke tepi makam.
" Alhamdulillah, setelah itu, isu tersebut reda. Yang kami sesalkan, tidak ada pembicaraan sebelumnya mengenai pemasangan pagar itu," katanya.
(ism, Sumber: hmetro.com.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya