Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menristekdikti M Nasir (Foto: Setkab.go.id)
Dream - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyalurkan beasiswa ke 302.764 mahasiswa kurang mampu.
“ Ini terjadi pada kuartal III di tahun 2018. Nanti pada kuartal ke 4 ini akan terserap 368.961 beasiswa,” kata Menristekdikti, M. Nasir, dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu, 24 Oktober 2018.
Nasir mengatakan, akan terus memperluas peningkatan akses bagi mahasiswa yang ekonominya kurang beruntung di seluruh Indonesia. Dia ingin siswa kurang mampu dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri.
“ Jadi sekarang tidak ada lagi istilah anak miskin tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri. Itu sudah nggak ada lagi,” ujar dia.
Menristekdikti juga menyampaikan, ternyata siswa kurang mampu yang masuk perguruan tinggi negeri melalui beasiswa bidik misi, memiliki prestasi akademik yang di atas rata-rata. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa itu sekira 82,83 persen, atau di atas 3,00.
“ Rata-rata mereka bekerja di sektor guru karena banyak guru yang pegawai negeri atau swasta BUMN, studi lanjut atau di wirausaha,” kata dia.
Sementara itu, mengenai beasiswa afirmasi untuk daerah Papua dan Papua Barat serta daerah tertinggal, terdepan dan terluar, Nasir akan memberi alokasi lebih. Dari awalnya hanya berkuota 1.673 orang, menjadi 4.715 orang pada semester triwulan ketiga. Dia berharap, pada kuartal 4 nanti bertambah sebanyak 5.743 mahasiswa.
“ Ini adalah yang menghasilkan lulusannya untuk anak Papua ini. IPK-nya rata-rata 31 persen mereka yang IPK-nya adalah 3,00. Jadi IPK-nya cukup baguslah ini,” ucap dia.
Nasir mengklaim, terjadi peningkatan pemberian beasiswa bagi mahasiswa tak mampu. Pada 2014 lalu, kata dia, pemerintah telah menyalurkan beasiswa kepada 196.408 mahasiswa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya