Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Bbc.com
Dream - Aksi perampokan pasti jadi pengalaman paling menakutkan dan tidak pernah diharapkan oleh kita semua. Selain menggasak barang, perampok yang kalap terkadang bisa bertindak berlebihan.
Akan tetapi, bagaimana jadinya jika sekumpulan perampok malah melakukan aksi yang terbilang 'bodoh'.
Hasilnya bisa dilihat dalam aksi perampokan sebuah toko rokok elektronik di Charleroi, Brussels di Belgia ini.
Melansir BBC, sekawanan perampok berjumlah enam orang menyantroni toko perlengkapan rokok elektronik milik Didier pada siang hari bolong.
Usai diancam, Didier yang gugup menyarankan kawanan perampok itu untuk pulang dulu saja, kemudian kembali lagi pada sore hari saat tokonya sudah laris dan ia memiliki banyak uang.
Didier mengatakan, selama 14 menit ia mencoba bernegosiasi dan bersikap ramah dengan kawanan perampok tersebut.
" Memang ada sedikit kejadian dorong-dorongan, dan pergulatan" kata Didier.
" Saya saat itu tidak memberikan apa pun kepada mereka, tetapi mengatakan jika mereka kembali lagi ke toko saya nanti, uang yang terkumpul di toko saya mungkin akan sekitar 2.000 sampai 3.000 euro (sekitar Rp34 juta hingga 54 juta)" lanjutnya.
Lucunya, kawanan perampok itu percaya. Mereka kemudian hengkang untuk datang lagi pada sore hari.
" Saya lalu menelepon polisi, dan polisi yakin bahwa kawanan itu tidak akan kembali."
Namun benar saja, apa yang ditakutkan Didier pun terjadi. Tepat pukul 17.30, satu jam sebelum toko itu tutup, kawan perampok itu datang kembali.
Namun Didier masih saja membuat alasan kepada mereka bahwa uang yang terkumpul masih belum banyak.
Gerombolan itu pun masih percaya, mereka pergi lagi dan kembali satu jam kemudian. Apes, kali ini polisi sudah siap di belakang toko untuk menangkap mereka.
Para perampok amatir itu pun ditangkap, salah satunya adalah seorang anak di bawah umur.
" Ini seperti komedi," kata Didier, sang pemilik toko kepada BBC melalui telepon. " Mereka kini dijuluki maling paling goblok di Belgia."
(Sumber: bbc.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya