Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua GP Ansor, Yaqut Chalil Quomas (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Dream - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Chalil Qoumas, menyatakan bendera yang dibakar oknum anggota Banser di Garut, Jawa Barat, merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Meskipun pendapat itu telah dibantah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bendera yang dibakar itu bendera Tauhid.
" Gini, ini soal persepsi, persepsi MUI, Muhammadiyah, itu bukan bendera HTI, kita hormati. Tetapi, sebaliknya tolong hormati pandangan kami kalau itu bendera HTI karena kita punya dasar kuat," kata Yaqut di kantornya, Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018.
Menurut Yaqut, meskipun tidak ada tulisan HTI, bendera itu selalu ada dalam kegiatan organisasi yang sudah dilarang oleh negara tersebut. Ciri lainnya, ada perbedaan gaya tulisan antara bendera Rasulullah SAW dan HTI. " Ini bukan bendera Tauhid, itu bendera HTI," ucap dia.
Kasus ini, kata dia, hampir sama dengan organisasi Partai Komunis Indonesia (PKI). Meski tidak ada tulisan PKI, bendera bergambar palu arit itu merujuk pada organisasi komunis itu. " Saya tanya, kalau ada orang kibarkan bendera PKI bagaimana persepsinya? Sama saja, marah kan. Sama posisinya dengan HTI," ucap Yaqut.
Peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid pada perayaan Hari Santri di Garut, Jawa Barat, pada 22 Oktober 2018 berbuntut panjang. Akibat kejadian tersebut, polisi telah menetapkan tiga oknum anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) sebagai tersangka.

Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor menduga ada upaya sistematis dan terencana, mengenai pengibaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang mereka yakini sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di perayaan Hari Santri.
Sekretaris Jenderal PP Gerakan Pemuda Ansor, Abdul Rochman mengatakan, pengibaran bendera HTI tidak hanya muncul di Garut. Peristiwa yang sama juga muncul di beberapa tempat semisal Tasikmalaya, Sumedang, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Semarang, Jawa Tengah.
" Ini menunjukkan dugaan bahwa ada aksi pengibaran bendera HTI yang dilakukan secara sistematis dan terencana," kata Abdul di Gedung PP Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018.
Saat peristiwa tersebut, kata Abdul, seluruh peserta sudah dilarang untuk membawa bendera apapun selain bendera merah putih.
Abdul mengakui, memang proses pembakaran bendera itu bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
" Setiap penertiban atribut-atribut HTI harus dilakukan berkoordinasi dengan aparat keamanan dan menyerahkan atribut atau bendera HTI kepada aparat kemanan," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya