Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Lonjakan Kasus COVID-19 Di India Membuat Pemerintah Cemas. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemerintah mewaspadai lonjakan kasus COVID-19 di India. Pemerintah menilai lonjakan kasus di sana mengkhawatirkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan di sana sudah ada 15 juta kasus positif COVID-19 di India serta angka kematian dan kasus baru sebanyak 300 ribu lebih.
“ Lonjakan kasus ini mengkhawatirkan,” kata Airlangga dalam “ Media Gathering Perkembangan Perekonomian Terkini serta Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN)”, Jumat 23 April 2021.
Apalagi, kata dia, mutasi virus COVID-19 pun bermunculan, terutama yang menjadi perhatian World Health Organization (WHO). Ada tiga mutasi yang berada diawasi WHO, yaitu B.177 di Inggris, B1351 di Afrika Selatan, dan P1 di Brasil.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menambahkan. Ada dua faktor yang membuat kasus COVID-19 meledak di India.
Pertama, ada mutasi-mutasi virus di sana. Kemudian, yang kedua adalah penurunan drastis kasus COVID-19 dan berujung kepada pelonggaran protokol kesehatan.
“ Protokol kesehatan dilonggarkan cepat. Festival agama besar-besar diizinkan,” kata dia.
Budi Gunadi mengatakan bahwa penularan pun menjadi sangat tinggi. “ Ini pelajaran bagi kita semua agar hati-hati,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam