Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Pemprov Aceh Buka Pengaduan Orang Hilang (Foto: Dok Pemprov Aceh)
DREAM.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh membuka layanan pengaduan bagi warga yang kehilangan kontak dengan keluarga di daerah terdampak bencana melalui Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi.
Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin mengatakan layanan tersebut hadir untuk membantu masyarakat melaporkan anggota keluarga yang belum dapat dihubungi. Masyarakat juga dapat menanyakan perkembangan kondisi wilayah terdampak.
Layanan ini telah beroperasi sejak Minggu, 30 November 2025 dan berpusat di Media Center Posko Tanggap Darurat yang berlokasi di lobi Kantor Gubernur Aceh.
Berdasarkan informasi dari website resmi Pemprov Aceh, layanan pengaduan ini dibuka setiap hari selama masa tanggap darurat untuk memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terkoordinasi.
Dari laporan Posko Tanggap Darurat pada Senin, 1 Desember 2025 sore, tercatat 26 laporan masuk dalam dua hari terakhir. Sebagian besar laporan disampaikan oleh warga yang mencari informasi mengenai keluarga mereka di wilayah Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Untuk diketahui, sebelumnya pemerintah Aceh merilis pembaruan data bencana hidrometeorologi per 1 Desember 2025 pukul 20.00 WIB. Laporan Posko Terpadu mencatat 18 kabupaten/kota, 226 kecamatan, dan 3.310 gampong terdampak.
Murthalamuddin menyebutkan korban luka ringan akibat bencana longsor dan banjir berjumlah 1.435 orang, luka berat 403 orang, meninggal dunia 173 orang, dan 204 lainnya masih hilang.
" Pengungsian tersebar di 828 titik dengan 97.305 KK atau 443.001 jiwa," kata Murthalamuddin, Senin 1 Desember malam.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya