Tangkal Corona, Ancol Hingga Ragunan Ditutup dan Car Free Day Ditiadakan 2 Pekan

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 14 Maret 2020 06:00
Tangkal Corona, Ancol Hingga Ragunan Ditutup dan Car Free Day Ditiadakan 2 Pekan
Masyarakat disarankan beraktivitas di rumah.

Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menutup pusat wisata seperti Ancol, Kebon Binatang Ragunan, Monas dan sejumlah museum selama dua pekan ke depan. Tindakan itu ditempuh sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona baru, Covid-19.

Selain menutup pusat keramaian, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, car free daydi jalanan protokol ibu kota juga ditiadakan dalam dua pekan ke depan.

" Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup selama dua minggu ke depan. Transportasi umum tetap berjalan, HBKB atau CFD ditiadakan dua pekan ke depan. Itu artinya, Ancol tutup, Ragunan tutup, Monas tutup, museum yang dipegang oleh DKI tutup," kata Anies, di Liputan6.com, Jumat, 13 Maret 2020.

Dia mengatakan, penutupan ini bertujuan untuk meminimalkan kegiatan warga di ruang terbuka agar tak terinfeksi virus corona. Meski demikian, kantor pelayanan ke masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

" Lalu kita juga sudah menyiapkan protokol untuk acara-acara di perkantoran, di perumahan, kegiatan-kegiatan ibadah keagamaan, kami siapkan, akan kami siarkan kepada seluruh masyarakat," ucap dia.

 

1 dari 4 halaman

Jakarta Tak Melakukan Lockdown

Anies mengingatkan, sebaran Covid-19 cukup luas di wilayah selatan Jakarta. Hari ini, kata dia, sudah menyebar ke semua tempat.

" Kita tidak punya cukup waktu untuk menunggu, kita memiliki kewajiban untuk melindungi semua. Karena itu penting sekali bagi kita untuk bergerak cepat dan lebih cepat. Untuk itu, akses untuk menguji harus dilakukan, transparansi harus ada dari situ perlindungan bisa dilakukan," kata dia.

Dia pun meminta agar warga Jakarta memprioritaskan untuk berkegiatan di rumah dan lingkungan sekitar. Dia meminta masyarakat untuk mengurangi kegiatan di tempat ramai.

" Sebisa mungkin membatasi interaksi dengan kerumunan dan orang-orang banyak. Tapi sebisa mungkin berkegiatan secara terbatas. Ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terburuk penularan. Jakarta tidak melakukan lockdown, tetapi Jakarta meminta kepada seluruh warganya sebisa mungkin mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali urgent. Belanja kebutuhan pokok, medis, atau kebutuhan penting lainnya. Bila tidak penting/produktif di rumah dulu. Ini perlu dilakukan untuk mencegah penularan," ujar dia.

(Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti)

2 dari 4 halaman

Gaya Orang Tajir Menghindar dari Virus Corona

Dream - Pandemi virus corona tak mengenal usia, jenis kelamin, bahkan status sosial korbannya. Tua muda, kaya dan miskin pun turut menjadi target virus untuk “ berkenalan”.

Di sisi orang-orang panik berburu masker dan sanitizer serta memborong sembako untuk persediaan, orang-orang kaya justru punya cara sendiri menghadapi wabah yang sudah jadi pandemik global ini.

Dengan kekayaannya, mereka akan mengeluarkan uang berapapun untuk menghindari penularan virus corona.

Ketakutan para hartawan ini menjadi kabar baik buat pada pebisnis yang menyediakan jasa atau produk-produk mahal.

penerbangan pribadi. Seiring dengan merebaknya virus corona, bisnis jet pribadi makin laris. Jet ini disewa oleh orang kaya agar sebisa mungkin tidak melakukan kontak dengan orang asing. 

“ Permintaan penerbangan sekarang makin menggila,” kata pemilik Southern Jet, Jerod Davis, kepada Slate, dikutip dari The Guardians, Minggu 15 Maret 2020.

3 dari 4 halaman

Menjauh ke Villa di Lokasi Tersembunyi

Selain sewa jet pribadi, ada juga kebiasaan orang-orang kaya yang membuatmu geleng-geleng kepala. Mereka yang berdompet tebal memilih untuk “ mengasingkan diri” ke daerah perbukitan. Tentu saja para orang tajir enggan berkomunikasi dengan orang asing karena takut terinfeksi. Misalnya, daerah Selandia Baru menjadi favorit bagi investor Facebook, Peter Thiel, yang memiliki tanah 193 hektare di Pulau Selatan Selandia Baru.

Tak hanya itu, rumah pedesaan yang lengkap dengan fasilitas juga jadi pilihan yang baik.PR Borkowsky menyebut melarikan diri ke sana menjadi salah satu cara yang populer bagi orang kaya untuk membatasi kontak dengan orang lain. Daerah seperti Idaho, Amerika Serikat, dan Gloucestershire, Inggris, menjadi idola.

“ Tak ada satu pun orang yang berjabat tangan. Saya belum pernah melihat banyak hand sanitizer di satu ruangan,” kata Borkowsky, “ Rasanya seperti perang palsu. Apa yang kita lakukan untuk menghindarinya dan bagaimana caranya menghindari orang-orang.”

4 dari 4 halaman

Bergaya dengan Masker

Orang-orang menggunakan masker untuk menghindari penularan virus corona. Ahli bedah umum Amerika Serikat, Jerome Adams, meminta masyarakat untuk membeli masker. 

“ Berhenti membeli masker!” tulis Adams di Twitternya. 

Peringatan ini tak menghalangi Naomi Campbell. Dia memakai pakaian serba putih dan masker N95. Ya, masker ini adalah pelindung tubuh yang digunakan oleh dokter dan para ahli virus corona. 

Tampilan ini juga mengikuti selfie yang dilakukan oleh Gwyneth Paltrow yang memakai “ masker kota” yang sudah habis terjual di perusahaan Swedia, Airinum. 

“ Paranoid? Bijaksana? Panik? Tenang? Pandemi? Propaganda? Paltrow hanya akan pergi dan tidur dengan benda ini di pesawat. Saya sudah berada di sini. Tetap aman. Jangan berjabat tangan. Cuci tangan sesering mungkin,” tulis Paltrow.

Selebihnya, kamu bisa membacanya di sini.

Beri Komentar