Terkuak! Ini Motif Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 16 Maret 2019 06:00
Terkuak! Ini Motif Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru
Balas dendam aksi teror di Stockholm, Swedia.

Dream - Polisi telah menangkap empat pelaku teror di dua masjid di Christchruch, Selandia Baru. Para pelaku terdiri dari tiga pria dan satu wanita.

" Polisi tidak mengetahui adanya tersangka lain di daerah ini, tetapi tidak akan menganggap tidak akan ada tersangka lebih lanjut," kata Kepala Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, dikutip dari Global TimesJumat 15 Maret 2019.

Bush mengatakan, polisi setempat juga telah menemukan dan menetralkan sejumlah alat peledak improvisasi (IED) yang terpasang pada kendaraan.

Sementara itu, laman The Local melaporkan, seorang teroris yang ditahan menyebut aksinya dilakukan karena `balas dendam` atas kematian seorang gadis di Swedia yang berusia 11 tahun dalam serangan teror Stockholm pada 2017.

Teroris itu disebut-sebut tergabung dalam kelompok ekstrimis sayap kanan. Salah satu teroris diidentifikasi sebagai pria kelahiran Australia yang menulis telah merencanakan aksi itu hingga dua tahun.

Dokumen setebal lebih dari 70 halaman yang dikutip oleh media Australia dipenuhi dengan referensi `white power`, menyebut imigran sebagai " penjajah asing" , dan menggambarkan serangan itu sebagai upaya untuk " menciptakan suasana ketakutan" .

Tersangka kelahiran Australia, dilaporkan menggambarkan dirinya sebagai seorang rasis dan fasis. Merujuk pada teroris dan pembunuh massal asal Norwegia, Anders Behring Breivik dan, Swedia, Anton Lundin Pettersson, yang menewaskan tiga orang dalam serangan terhadap sekolah di Trollhättan pada 2015.

1 dari 4 halaman

Temuan Mengejutkan di Dalam Mobil Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru

Dream - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyebut penembakan di dua masjid di Kota Christchurch pada Jumat siang waktu setempat sebagai serangan teroris.

" Sangat jelas bahwa ini hanya bisa dijelaskan sebagai serangan teroris," kata Ardern, dikutip dari New Zealand Herald, Jumat 15 Maret 2019.

Ardern mendasarkan pernyataannya pada pola serangan yang rapi. Menurut dia, serangan tersebut sudah disiapkan dengan matang. " Dua alat peledak ditemukan di kendaraan tersangka dan sudah dilucuti," kata dia.

Sebanyak empat orang ditangkap terkait serangan ini. Meski keempat tersangka tidak masuk dalam daftar pengawasan terorisme, Ardern menyatakan hal itu tidaklah masalah.

" Saat ini ada empat orang yang telah ditangkap, tetapi tiga orang terkait serangan ini dan sudah ditahan, salah satu dari tiga orang ini mengaku lahir di Australia," kata Ardern.

2 dari 4 halaman

"Teroris dan Ekstremis Tak Punya Tempat di Selandia Baru"

" Orang-orang ini menganut pandangan ekstremis yang sama sekali tidak ada tempat di Selandia Baru dan pada faktanya tidak punya tempat di dunia," ucap dia.

Ardern menambahkan, tiga orang ditangkap secara bersamaan usai penembakan. Sementara satu lainnya ditangkap terpisah.

Tetapi, Ardern tidak dapat memberikan keterangan lebih rinci mengenai para tersangka. Dia menjelaskan pelaku yang lahir di Australia tinggal di Selandia Baru dalam waktu yang relatif singkat.

Dia juga mengatakan telah menanyakan beberapa hal terkait pelaku kepada pejabat keamanan. Beberapa di antaranya seperti akses kepemilikan senjata api.

Penembakan terhadap Masjid Al Noor dan Masjid Linwood terjadi ketika umat Islam Christchurch sedang melaksanakan sholat Jumat berjemaah. Serangan tersebut menewaskan 40 orang dan membuat 48 orang lainnya mengalami luka-luka.

3 dari 4 halaman

Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru, Korban Tewas 40 Orang

Dream - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengkonfirmasi sekitar 40 orang meninggal dalam insiden penembakan dua masjid di Kota Christchurch. Sepuluh orang tewas di Masjid Linwood dan 30 lainnya di Masjid Al Noor di Deans Ave.

Penembakan terjadi sekitar pukul 13.40 waktu setempat. Saat itu, dua masjid tersebut sedang menggelar sholat Jumat. 

Dikutip dari New Zealand Herald, Ardern mengatakan situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dia juga menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan teroris.

Jacinda menduga serangan tersebut sudah dipersiapkan sebelumnya. Tingkat Keamanan Nasional pun dinaikkan pada level tertinggi.

Departemen Pertahanan mengerahkan lebih banyak polisi ke Christchurch. Empat orang ditahan terkait insiden ini, tiga orang pria dan satu wanita.

 

4 dari 4 halaman

Insiden Sangat Tragis

Komisioner Polisi, Mike Bush, melaporkan para pelaku sempat melakukan perlawanan ketika ditangkap. Sejumlah IED yang tersemat di kendaraan telah dijinakkan oleh tim Departemen Pertahanan.

" Insiden ini membawa dampak yang signifikan. Sangat-sangat tragis. Ada banyak orang yang terpengaruh," kata Bush.

Tetapi, Bush mengatakan pihaknya belum mengantongi identitas para korban. Dia juga menyatakan tidak akan menganggap tidak ada lagi pelaku.

Secara terpisah, PM Australia, Scott Morrison mengkonfirmasi salah satu pelaku berkewarganegaraan Australia yang tinggal di Selandia Baru. Morrison mengaku terkejut begitu mendapat informasi mengenai serangan tersebut.

" Kami berdiri di sini dan sangat mengecam serangan yang terjadi hari ini oleh kelompok ekstremis, sayap kanan, dan teroris," kata Morrison.

" Dia sudah merampas nyawa dalam serangan ganas, yang oleh banyak warga Selandia Baru disebut serangan pembantaian," kata dia.

Beri Komentar