Fosil Ditemukan 250 Tahun Silam, `Nenek Moyang` Buaya Terungkap

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 16 September 2019 07:01
Fosil Ditemukan 250 Tahun Silam, `Nenek Moyang` Buaya Terungkap
Buaya prasejarah itu diidentifikasi hidup di daerah tropis

Dream - Para peneliti akhirnya bisa mengidentifikasi fosil buaya prasejarah yang hidup sekitar 180 juta tahun yang lalu. Fosil buaya itu ditemukan di kota Bavaria Altdorf, Jerman sekitar 250 tahun lalu, tepatnya tahun 1770.

Peneliti dari School of GeoSciences University of Edinburgh School, Dr. Mark Young menjelaskan, buaya purba itu masuk dalam spesies Mystriosaurus laurillardi yang hidup di daerah tropis.

Predator laut ini diduga memiliki tubuh sepanjang empat meter dengan moncong memanjang yang memiliki deretan gigi runcing. Diperkirakan gigi runcing itu untuk membantu nenek moyang buaya tersebut memangsa ikan yang jadi bahan makanan mereka kala itu.

Mark menjelaskan, tempat penemuan di wilayah tropis membuat peneliti menduga buaya ini hidup di air laut yang hangat bersama anom dan reptil laut besar seperti Ichthyosaurus.

Selain ditemukan di Jerman, fosil buaya purba ini juga ditemukan di Inggris. Penemuan itu menunjukkan kalau reptil tersebut mudah berenang antar wilayah seperti buaya air asin modern.

 Foto: PA

" Mystriosaurus tampak seperti gharial tetapi memiliki moncong yang lebih pendek dengan bukaan hidung menghadap ke depan, sedangkan di hampir semua fosil dan buaya lainnya, bukaan hidung ditempatkan di atas moncong," kata ahli dari Naturkunde-Museum Bielefeld, Sven Sachs.

(Sumber: Mirror.co.uk)

1 dari 2 halaman

Ditemukan! `Semut Neraka`, Hewan Mengerikan Zaman Prasejarah

Dream - Peneliti baru saja menemukan spesies semut dari zaman prasejarah. Semut kuno yang masuk kategori `semut neraka` ini memiliki anatomi tubuh yang sangat mengerikan.

Semut bernama latin Linguamyrmex vladi yang telah punah ini berasal dari Periode Kapur. Dinamakan semut vladi atau drakula, karena cara makannya tidak seperti semut semut modern.

Alih-alih memiliki mulut seperti semut pada umumnya, vladi mengandalkan bilah seperti pedang yang menghadap ke atas pada bagian rahang bawah (mandibula).

 Mahluk Aneh

Tidak ada jenis semut lainnya yang memiliki anatomi mulut seperti vladi. Meski demikian, vladi memiliki rambut halus pada bagian mulutnya seperti pada semut pada umumnya.

Rambut halus itu fungsinya juga sama. Membantu rahang semut bergerak cepat saat mengunci mangsanya.

Selain bilah pedang yang mengerikan itu, vladi juga punya tambahan semacam tanduk di bagian mulutnya.

Anatomi vladi yang demikian menakutkan itu diungkap oleh Phillip Barden, seorang peneliti di New Jersey Institute of Technology di Newark, Amerika Serikat.

Barden dan rekan-rekannya menemukan seekor semut vladi yang terperangkap di dalam batu ambar yang diperkirakan berusia 98 juta tahun lalu. 

Kehebatan vladi tidak sampai di situ saja. Melalui pemindaian CT Scan, Barden menemukan bahwa tanduk vladi diperkuat oleh lapisan metal.

" Mungkin lapisan metal itu berguna agar tanduk tidak rusak atau patah," kata Vincent Perrichot dari Universitas Rennes 1 di Perancis.

" Masuk akal juga, jika itu untuk memperkuat tanduk vladi," kata Barden. Sebab, tanduk vladi harus bisa menahan dampak berulang saat bilah pedang berusaha menusuk tubuh mangsa.

Beberapa serangga modern mengatasi masalah tersebut dengan cara yang sama, yaitu memperkuat mandibula mereka dengan logam seperti seng dan besi.

Barden mengatakan vladi menggunakan bilah pedang pada mulutnya untuk menusuk tubuh mangsa dan menyedot hemolymph, sebutan ilmiah untuk darah serangga.

Hemolymph tersebut kemudian dialirkan melalui saluran mirip tabung di antara mandibula. Sementara tanduk digunakan untuk menahan mangsa agar tidak bisa bergerak.

Cara makan vladi yang mirip drakula ini terjadi karena mulutnya tidak dirancang untuk mengunyah makanan, tapi menghisap darah korbannya.

(ism, newscientist.com)

2 dari 2 halaman

Seni Prasejarah Tertua Dunia Ada di Indonesia

Dream - Seni prasejarah berupa lukisan gua tertua di dunia ternyata berasal dari Indonesia. Para ilmuwan menemukan karya seni tertua itu yang terdiri atas sejumlah lukisan kuno di gua di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada pertengahan tahun 2015 ini.

Sebelumnya, para ilmuwan mengira bahwa temuan lukisan di gua-gua semacam ini hanya bisa ditemukan di Eropa Barat. Namun ternyata Indonesia juga menyimpan 'harta' bersejarah ini.

Seperti ditulis Jurnal Nature, para peneliti mengatakan temuan di Indonesia ini dapat memberikan gambaran lebih lanjut tentang kemampuan manusia memproduksi barang seni.

Sementara itu, studi terbaru menunjukkan bahwa nenek moyang Indonesia telah menggambar sejak 40.000 tahun yang lalu. Dan usia lukisan mural yang ada di gua Indonesia itu diyakini yang paling tua di dunia, atau setidaknya pada masa yang sama dengan lukisan gua di Eropa.

Beberapa contoh karya seni dalam gua tersebut dirangkum oleh Majalah Nature, di antaranya berupa lukisan stensil tangan, gambar hewan yang diperkirakan berusia antara 35.000-40.000 tahun dan ada juga cetakan-cetakan tangan berusia 39.900 tahun.

Diperkirakan, para seniman purba membuat lukisan-lukisan itu dengan menempelkan cat dengan tangan ke dinding dan langit-langit gua.

(Ism, Sumber: www.nature.com

[crosslink_1]

 

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-