Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pengakuan Dokter Positif Covid-19: Entah Sudah Berapa Pasien Saya Tulari

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 25 Juni 2020 12:00
Pengakuan Dokter Positif Covid-19: Entah Sudah Berapa Pasien Saya Tulari
"Saya merasa sangat bersalah,," kata dokter itu.

Dream - Dokter bernama Max membuat pengakuan mengejutkan. Dokter yang praktik di Inggris itu tidak sadar telah terinfeksi Covid-19 dan kemungkinan besar telah menulari banyak pasien.

Beberapa bulan lalu, dokter bernama Max itu kehilangan indra perasa dan penciuman. Tapi kala itu kehilangan indra penciuman dan perasa itu belum dideteksi sebagai gejala infeksi Covid-19.

Apalagi, saat itu Max tidak menunjukkan batuk sebagai gejala utama paparan virus corona. Oleh karena itulah, sesuai dengan protokol kesehatan, dia diperbolehkan bekerja.

Itu artinya, Max kembali kontak dengan seratus lebih pasien saban hari. Dokter berusia 27 tahun itu benar-benar tidak tahu telah terjangkit Covid-19.

" Ini bukan salah siapa-siapa. Inilah yang terjadi ketika ada penyakit baru yang kita tidak cukup tahu --kita masih tidak cukup tahu tentang itu," katanya dikutip BBC.

" Saya merasa sangat bersalah, saya berjalan ke bangsal yang kami pikir bebas dari virus corona dan saya menularkannya ke mereka."

1 dari 3 halaman

Max baru-baru ini mengambil tes antibodi dan hasilnya menunjukkan positif Covid-19. Bahasa awamnya, Max termasuk kelompok ornag tanpa gejala.

Sehari-hari, sebagai dokter psikiatri, Max memberi layanan kesehatan mental kepada pasien rumah sakit yang telah menjalani operasi atau berada di unit perawatan intensif (ICU).

" Kami melihat banyak pasien Covid-19 dari perspektif kesehatan mental, terutama setelah mereka berada di ICU, itu jelas masalah yang sangat besar untuk dilalui," kata dia.

2 dari 3 halaman

Untuk mendukung pasien, Max harus berada dalam jarak dekat untuk berkomunikasi. Dia tidak menyadari telah terinfeksi virus corona.

" Aku belum pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya," kata dia.

" Saya pikir kita semua mungkin kehilangan indera penciuman dan perasa secara ringan ketika kita flu, tetapi ini parah, saya bahkan tidak bisa mencium kopi atau merasakan hal-hal terkuat seperti cuka, tidak bisa," tutur Max.

Dia berpikir aturan yang lebih ketat di sekitar alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan pakaian bisa mencegahnya menyebarkan virus.

" Sudah agak terlambat kami menggunakan APD untuk semua interaksi, dan itu masih belum digunakan di tempat umum di rumah sakit, jadi di kantor dan lainnya, kami tidak memakai masker," kata dia.

3 dari 3 halaman

Menurut Max, pemakaian APD untuk semua interaksi dengan pasien sejak awal akan lebih aman. Pemakaian APD di tempat-tempat lain, yang tidak mungkin melakukan menjaga jarak, akan mengurangi risiko penularan.

" Jelas tidak menyenangkan merasa bahwa Anda adalah orang pertama yang bisa membawa virus ke suatu daerah atau bahkan membawanya ke rumah sakit," kata dia.

" Saya tidak tahu pasti berapa banyak pasien, jika ada, saya menularkan ini, tetapi kesempatan saya bisa menularkannya sangat mengkhawatirkan," kata Max.

Beri Komentar