Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasangan Singapura Siarkan Pernikahan Secara Langsung Dari Ruang Isolasi. (Foto: China Press Daily)
Dream - Pasangan pengantin di China yang akan menikah harus menjalaninya dengan situasi prihatin. Setelah resepsi singkat 10 menit untuk menghindari terpapar corona, kali ini muncul pernikahan yang harus digelar secar online.
Pernikahan pasangan pengantin asal Singapura itu terpaksa dilaksanakan dengan cara siaran langsung dari China.
Pasangan pengantin itu memutuskan untuk menggelar siaran langsung pernikahan mereka karena sebelumnya pergi ke China untuk merayakan Tahun Baru China.
Namun, sayang di tengah kesibukan berlibur di sebuah desa di Provinsi Hunan, wabah virus corona merebak luas hingga ke wilayah tersebut.
Akibatnya, mereka harus mengikuti prosedur keselamatan yang diberlakukan di wilayah Hunan yang berdekatan dengan pusat penyebaran virus corona baru di Wuhan, Provinsi Hubei.
Pasangan pengantin itu mengarantina diri mereka sendiri di hotel selama 14 hari untuk meminimalkan penyebaran virus mematikan tersebut.
Bukan mereka saja yang harus tinggal di Hunan, kedua orang tua dari masing-masing pihak yang ikut ke sana juga ikut dikarantina.
Meski mereka belum tentu tertular, tapi pasangan ini tidak ingin virus corona menular ke para tamu undangan jika digelar di Singapura.
Karena itulah mereka melangsungkan pernikahan di hotel tersebut dan menyiarkannya secara langsung.
Meskipun digelar tanpa kehadiran pasangan pengantin dan orang tua dari masing-masing pihak, tamu undangan tetap datang di gedung yang sudah disiapkan di Singapura.

Pasangan pengantin itu mengikuti tradisi pernikahan seperti biasa meski momen masuk ke ruang pesta ditiadakan mengingat situasi yang tak memungkinkan.
Mereka bahkan bisa menghibur para tamu undangan melalui layar berukuran raksasa yang dipasang di ruang pesta pernikahan.
Hanya ada kakak perempuan pengantin laki-laki yang mewakili keluarga hadir di tengah para undangan di Singapura.
Sementara itu, pengantin perempuan merasa senang meski tidak bisa menyambut para tamu undangan secara langsung.
" Terima kasih sudah datang ke pernikahan kami. Kami sangat menyesal kami tidak bisa menikmati momen indah ini di sana bersama Anda secara langsung. Tetapi kami masih sangat senang di sini (dalam karantina) untuk melihat Anda semua hadir," kata pengantin perempuan.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya