Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi Membaca Buku. (Foto: Unsplash/Matias North)
Dream - Kata merupakan unsur yang dapat membentuk suatu kalimat. Banyak ragam kata di dalam Bahasa Indonesia, salah satunya adalah kata emotif.
Kata emotif merupakan kata yang dapat menimbulkan emosi subjektif baik individu maupun kelompok. Kata emotif akan menciptakan perasaan positif atau negatif pada seseorang melalui sentuhan pancaindranya.
Kata emotif juga dikenal dengan sebutan konotatif, yaitu kata yang tidak menunjukkan arti sesungguhnya. Karena kata konotatif fungsinya untuk menimbulkan emosi pada seseorang. Jenis ragam kata emotif lebih banyak dipakai dalam penulisan karya sastra.
Lantas apa sebenarnya pengertian kata emotif tersebut? Dirangkum Dream dari berbagai sumber, simak informasi selengkapnya berikut ini.
Kata emotif sering dijumpai di dalam karya tulis yang bernilai sastra. Sebab kata emotif mampu menggugah emosi orang yang menikmati sebuah karya sastra, mulai dari cerpen, puisi hingga novel.
Dengan begitu, pengertian kata emotif ialah kata yang berhubungan dengan emosi atau perasaan dan memiliki makna konotasi.
Namun demikian penggunaan kata emotif berbeda-beda, bergantung pada fungsi, karakter, serta tujuan dari teks itu sendiri alias tak hanya pada karya sastra.
Orang bisa tersulut emosi saat menikmati karya-karya yang berisi kata emotif. Karena termasuk kata konotatif, maka kata emotif memiliki makna yang belum tentu sama dengan makna aslinya.

Penggunaan kata emotif baik dalam bahasa tulis maupun bahasa lisan bisa disesuaikan dengan emosi dan pesan yang hendak disampaikan.
Kata emotif ini akan berdampak besar pada emosi pembaca atau pendengarnya. Sebab kata emotif membuat seseorang akan berimajinasi tentang perasaan menggunakan pancaindra.
Penggunaan kata yang memiliki arti sama (sinonim) bisa jadi menimbulkan emosi yang berbeda. Misal kata birokrat, pejabat penting, dan pelayan publik. Semua kata itu sebenarnya memiliki arti sama, namun sebenarnya memiliki makna yang berbeda tergantung penggunaannya.
Kata pelayan publik kerap diartikan sebagai sesuatu hal yang terhormat dan bermakna positifi. Penggunaan kata pelayan publik menjadi bentuk ungkapan dukungan masyarakat kepada pejabat pemerintahan.
Namun berbeda dengan kata birokrat. Kata emotif yang satu ini lebih sering dipakai untuk mengekspresikan celaan, kritik dan kemarahan. Inilah mengapa kata emotif selalu berkaitan dengan tujuan dari penggunaannya.
Agar lebih memahami pengertian kata emotif, berikut Dream paparkan contoh kata emotif. Simak contohnya berikut ini!
Demikian itulah pengertian dan contoh kata emotif yang perlu diketahui. Saat hendak membuat teks pidato maupun karya sastra, kamu bisa menggunakan kata emotif untuk menggugah emosi pembaca maupun pendengar. Kata emotif dinilai mampu membangunkan emosi baik positif maupun negatif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?