Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Obat-obatan/ Foto: Pixabay
DREAM.CO.ID - Meninggalnya seorang balita berumur empat tahun bernama Raya warga Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akibat tubuhnya dipenuhi ribuan cacing gelang (askariasis), menimbulkan banyak pertanyaan soal kebersihan diri terutama pada anak.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya menginformasikan bahwa Raya memang mengalami kecacingan parah, berdasarkan keterangan dokter. Kondisinya semakin parah karena lingkungan tempat tinggalnya yang jauh dari kata layak.
Raya terbiasa bermain di kolong rumah bersama ayam dan kotoran. Tangannya kemungkinan tidak sering dicuci, yang lalu cacing itu masuk ke mulutnya.
Berkaca dari kejadian yang menimpa Raya, banyak masyarakat yang berbondong-bondong membeli obat cacing. Lantas, apakah penggunaan obat cacing aman untuk dikonsumsi? Berikut penjelasannya secara medis.
Dokter Arfandhy Sanda Sp.PK, seorang dokter spesialis patologi klinik mengatakan bahwa obat cacing memang dianjurkan dan terbukti aman untuk pencegahan dari penyakit cacing. Terutama bagi anak-anak usia sekolah dan balita di wilaya endemik, daerah dengan angka kekacingan yang tinggi.
" Tujuannya adalah membersihkan tubuh dari cacing sebelum timbul gejala berat, mengurangi risiko komplikasi seperti kurang gizi, gangguan tumbuh kembang, atau anemia," kata Arfandhy saat dihubungi Dream, Kamis, 28 Agustus 2025.
![]()
Lebih lanjut, pemberian obat cacing sudah bisa dimulai sejak umur satu tahun ke atas. Dokter lulusan Universitas Hasanuddin ini mengatakan bahwa penggunaan obat cacing memiliki ketentuan. Frekuensi obat cacing untuk dikonsumsi juga penting untuk diketahui.
Di Indonesia, obat cacing diberikan sekali setiap 6 bulan (2 kali setahun) dalam pemberian obat pencegahan massal (POPM). Biasanya program ini dilakukan di sekolah atau posyandu.
" Jenis obat dan dosis, biasanya diberikan Albendazole (400 mg) atau Mebendazole (500 mg) dosis tunggal, diminum langsung tanpa perlu puasa khusus. Obat ini sudah rutin digunakan oleh pemerintah dan aman disantap sesuai aturan," ungkap Arfandhy.
Kemudian untuk usia dewasa, Arfandhy menambahkan orang dewasa boleh meminum obat cacing apalagi di lingkungan yang beresiko tinggi. Konsumsinya sesuai anjuran dokter atau mengikuti program pemerintah setempat.
Arfandhy juga mengingatkan, pastikan untuk membeli obat cacing di tempat resmi agar mutu dan dosisnya terjamin dan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Obat cacing bisa didapatkan di apotek, puskesmas atau saat program POPM alias pencegahan massal di sekolah atau posyandu oleh pemerintah.
" Untuk anak balita dan anak sekolah, biasanya distribusi dilakukan oleh pemerintah di puskesmas atau posyandu atau sekolah, sehingga lebih aman dan terpantau oleh petugas Kesehatan," jelas Arfandhy.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang