Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Baik pengobatan modern maupun pengobatan alternatif, keduanya bertujuan sama, yaitu menyembuhkan dan mencegah penyakit, serta memperbaiki kesehatan atau setidaknya menjaganya.
Pengobatan alternatif tidak salah. Karena pengobatan alternatif bisa menyembuhkan penyakit yang tidak bisa dinalar sesuai logika pengobatan medis modern.
Namun, yang menjadi kekhawatiran kita adalah masalah keamanan dan efektivitas pengobatan alternatif yang digunakan dalam mencegah atau mengobati penyakit tertentu.
Apa yang dikisahkan seorang dokter Malaysia bernama Zaid Zolkipli dari kamar bedah melalui akun Facebooknya ini mungkin patut jadi renungan kita semua.
Zaid dihadapkan dengan kasus kematian seorang wanita muda yang konon mengalami gangguan makhluk halus. Namun setelah dilakukan pembedahan autopsi diketahui bahwa kematiannya akibat infeksi bakteri di selaput otak.
Bagaimana Dr Zaid menghadapi masalah pelik seperti itu? Mari kita ikuti kisahnya di halaman berikut ini.
© (Ilustrasi:Shutterstock)
Saya pernah menerima kasus kematian seorang wanita muda berusia awal 20-an. Dia baru beberapa bulan melahirkan bayi pertamanya.
Beberapa minggu sebelum kematian, kesehatan wanita itu secara bertahap menurun. Dia mengalami demam jangka panjang.
Tubuhnya menjadi lemah dan tak bertenaga. Berat badan dan nafsu makannya menurun. Dia juga tampak murung, menyendiri dan tidak ceria.
Suami dan keluarga mengambil inisiatif dengan membawa wanita itu ke seorang ustaz dan juga beberapa praktisi medis alternatif.
Rata-rata mereka memberikan penjelasan yang sama. Wanita itu diganggu makhluk halus yang menyebabkan sikap dan tingkat kesehatannya berubah.
Beberapa kali mereka membawa wanita itu menjalani pengobatan alternatif, tapi tidak banyak yang berubah. Bahkan, almarhumah semakin memburuk.
Puncaknya, almarhumah mulai mengigau, bertindak agresif dan tidak bisa merawat bayi yang baru berusia beberapa bulan.
Pengobatan alternatif tidak berhasil, keluarga membawa wanita itu berobat ke rumah sakit.
Dia kemudian dimasukkan ke bangsal sakit jiwa. Wanita itu diberikan obat dan air sebagai suplemen.
Almarhumah sempat dirawat di rumah sakit itu selama dua hari. Tapi keluarga memutuskan untuk membawanya pulang untuk meneruskan pengobatan melalui ustaz.
Beberapa hari setelah itu, wanita tersebut meninggal dan berada di atas meja operasi saya untuk proses autopsi.
© Dream
Tanpa bermaksud buruk, saya bertanya kepada sang suami, bagaimana perasaannya tentang kematian istrinya di tengah mencari pengobatan alternatif.
Dia tampak tenang dan ridha. Dia mengatakan bahwa ini adalah takdir dan penyakit istrinya memang tidak bisa disembuhkan.
Saya merasa geram mendengar jawaban sang suami. Geram bukan karena dia mengabaikan perawatan modern dan berobat ke ustaz. Pengobatan modern memang tidak menjamin pemulihan 100%.
Saya bahkan membiarkan banyak pasien yang mengambil risiko meninggalkan rumah sakit untuk menjalani perawatan alternatif. Terutama untuk penyakit batu ginjal, nyeri sendi atau patah tulang.
Dalam kasus ini, saya geram karena almarhumah tidak bisa memutuskan sendiri pengobatan apa yang diperlukannya. Semua keputusan dibuat oleh suami dan keluarga.
Saya juga geram dengan sikap tidak bertanggung jawab pengobatan alternatif yang begitu berani menangani penyakit yang bukan dalam bidang pengetahuan mereka.
(Sumber: Siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya