Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dea Dan Nicolas (Mohammad Monib)
Dream - Prosesi pernikahan unik terjadi dalam pernikahan Claude Nicolas dan Amandeati Argapadmi pada Minggu 24 Juli 2015. Ijab-qabul pernikahan itu dilakukan dalam dua bahasa: Inggris dan Indonesia.
Mempelai ini memang beda negara. Nicolas merupakan mahasiswa Ph.D Bioengineering asal Swiss. Sementara, Amandeati merupakan master geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) asal Indonesia. Keduanya melangsungkan pernikahan secara Islam, dengan adat Jawa-Sunda.
Adalah Mohammad Monib, penghulu pernikahan itu, yang mengunggah kisah unik ini ke Facebook. Sebelum menikah, tulis Monib, Nicolas mengucap dua kalimat Syahadat dalam bahasa Indonesia.
“ Kerrrrren banget,” tulis Monib, sebagaimana dikutip Dream pada Senin 25 Juli 2016
Menurut Monib, orangtua Claude dan keluarga besarnya datang. Mereka memborong kamar di Santika Hotel BSD. “ Pagi saat saya sarapan saya jumpa mereka sudah lengkap berbeskap dan kebaya. Acara nikah dengan tradisi Sunda-Jawa.”
Sebelum acara ijab-qabul tersebut, Monib menganjurkan Nicolas dan Dea untuk sungkem kepada orangtua mereka. Meminta restu. “ Jadilah Dea sungkem ortu dan Claude, yang tak punya tradisi sungkem ortunya. Ibunya sampai nangis. Terharu dan bahagia dengan prosesi keislaman yang saya terapkan.”
“ Prinsip dakwah saya tunjukkan wajah indah, sejuk dan damai Islam,” lanjut Monib. Setelah acara sungkeman itu, terjadilah ijab-qabul.
© Dream
Ketakjuban Monib tak berhenti sampai di situ. Saat ijab-qabul, dia melihat pemandangan yang sangat unik. “ Pak Winawan Sidik wali utama Amandeati (Dea) saat saya tawari, bahasa Indonesia atau Inggris, ia milih bgs Inggris sbg bhs Ijab.”
“ Sebaliknya, Claude milih bhs Indonesia sbg bhs qabul. “ Kerrrrren banget. Jadilah 2 bahasa ijab qabul. Hiks hiks hiks.”
Dan Winawan, yang menjadi wali Dea pun mengucap, “ Brother Claude Nicolas, I marry off Amandeati Argapadmi to you with a dowry in the form of a ring of gold n diamond as a symbol of your love.”
Dan ijab itu dijawab (qabul) oleh Nicolas, “ Saya terima Amandeati Argapadmi puteri tercinta bapak sebagai istri saya dengan mas kawin tersebut saya berikan sepenuh hati mengharap ridla Allah yang Pengasih-Penyayang.”
Setelah prosesi ijab-qabul, Monib memberikan nasihat pernikahan dalam bahasa Inggris. “ Saya bilang sama kedua suami istri itu agar jadi duta Islam damai, harmonis dan dialogis. Sakinah mawaddah wa rahmah ya. Amiiiin.”
© Dream
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya