Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perpustakaan Nasional Gelar Perpusnas Writers Festival 2022 (dok.Perpusnas)
Dream - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kembali menggelar acara Perpusnas Writers Festival (PWF) 2022 pada 16 November sampai 22 November 2022 dengan tema " Menulis, Memberdayakan, dan Mengabadikan" . Dengan membekali kemampuan penuliskan, event ini diharapkan bisa melahirkan karya-karya bermutu.
Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Humas Perpusna, Sri Marganingsih, menyampaikan Perpusnas memiliki peran untuk mendorong berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan konten informasi.
" Dengan segala informasi pengetahuan dan pengalaman dari para narasumber, akan menjadi amunisi untuk membentuk dan membangun kemampuan dalam bidang kepenulisan, sehingga pada gilirannya akan lahirlah karya-karya bermutu untuk dapat dibukukan dan disebarluaskan ke masyarakat," kata Sri dalam keterangannya, Rabu 16 November 2022.
Salah satu narasumber PWF, Ahmad Fuadi, mengatakan acara ini membuat Perpusnas tidak hanya menjadi tempat bersua pembaca, tetapi tempat penulis bertegur sapa dengan pembaca.
Menurutnya, membaca merupakan pengalaman intim antara suara penulis dan pembaca yang mendengarkan suara yang ingin disampaikan. Maka, menulis harus dilakukan dari hati.
" Menulislah dari hati agar sampai ke hati pembaca,” terang penulis novel Ranah 3 Warna itu.
Eka Kurniawan, penulis novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, mengamini apa yang disampaikan Ahmad.
Eka menyampaikan pengalaman menulisnya dimulai dari kebiasaan membaca. Ia mengaku tidak pernah berpikir untuk menjadi penulis.
" Yang terpikirkan, ya, cita-cita lain seperti anak-anak kecil dan remaja pada umumnya. Tapi memang saya senang membaca dan mendengarkan dongeng," tuturnya.
Di sisi lain, Eka juga melihat potensi banyaknya cerita yang bisa ditulis di Tanah Air.
" Dua ratus tujuh puluh juta masyarakat bisa menulis karena setiap orang punya pengalaman masing-masing. Bayangkan bila satu persen saja menulis, akan kaya sekali keragaman dan cara pandang kita pada suatu hal," paparnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Perpusnas Press, Edi Wiyono berharap agar kegiatan Perpusnas Writers Festival ini dapat menjadi ruang media bagi para penulis dan pembaca.
Perpusnas Writers Festival pada hari kedua, 17 November 2022, akan diisi kegiatan bincang inkubator literasi.
Pada hari ketiga, PWF akan diisi peluncuran dan diskusi buku Leksikon Gerakan Indonesia Menulis dan Saatnya Duta Baca Bicara.
Sedangkan hari terakhir diisi talkshow kepenulisan yang akan menghadirkan penulis yang berasal dari cendikiawan, birokrat dan ASN.
Cendikiawan Yudi Latif dan Direktur Utama Balai Pustaka, Achmad Fachrodji akan mengisi sesi ini, serta ASN, Thoriq ramadhani. Sedangkan pada hari terakhir, kegiatan akan diisi dengan workshop kepenulisan yang menghadirkan dua mentor kepenulisan Benny Arnas dan Annisa Khairunnisa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya