Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Dream - Banyak terobosan baru untuk mengurangi ketergantungan anak pada ponsel pintar. Salah satunya dilakukan di Prancis. Negara pimpinan Emmanuel Macron ini membuat Undang-undang yang melarang penggunaan ponsel di lingkungan sekolah bagi anak-anak usia 3 sampai 15 tahun.
Tidak hanya ponsel pintar, tablet yang bisa terhubung ke jaringan internet juga bakal tidak dibolehkan. Larangan ini baru berlaku pada September nanti.
" Kami tahu hari ini bahwa ada fenomena kecanduan gawai elektronit, fenomena penggunaan ponsel yang buruk," ujar Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer kepada BFMTV, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 1 Agustus 2018.
Blanquer mengatakan merupakan tugas pemerintah untuk melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya kecanduan gadget. " Ini adalah peran mendasar dari pendidikan, dan UU ini memungkinkan," ucap dia melanjutkan.
Tetapi, sekolah menengah atas boleh tidak menerapkan larangan ini. Syaratnya, murid harus sudah berusia di atas 15 tahun.
Sejumlah anggota parlemen baik sayap kanan maupun kiri Prancis memilih abstain. Mereka menilai UU yang digagas pemerintah tidak akan berdampak besar bagi perkembangan anak.
" Ini bukan hukum abad-21 di mata kami, tetapi hukum dari era saluran berita dan debat biner," ucap politisi partai sayap kiri Prancis France Insoumise, Alexis Corbiere.
UU mengenai larangan penggunaan ponsel sudah disahkan pada 2010. Tetapi, UU ini baru berlaku pada September nanti namun terdapat pengecualian untuk siswa penyandang cacat, kegiatan ekstrakulikuler dan penggunaan sarana pendidikan pedagogi.
Sebuah survei di Inggris mendapat temuan meningkatnya penggunaan ponsel hingga memunculkan istilah 'Nomophobia', ketakutan tidak bisa menggunakan gawai internet.
Survei itu menyebutkan sebanyak 66 persen responden mengalami beberapa bentuk nomophobia, sementara 41 persen lainnya memiliki dua sampai tiga telepon agar tetap terhubung.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya