Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Potret Menakjubkan Hajar Aswad Dengan Resolusi Tinggi, Ternyata Berwarna Kemerahan
Dream - Setiap umat muslim yang menjalankan ibadah haji atau umroh pastih ingin menyentuh bahkan mencium Hajar Aswad. Bisa melihat batu mulia ini dalam detail yang sangat jelas adalah hal yang langka.
Di tahun 2021, untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi merilis foto resolusi tinggi batu yang juga disebut Al-Hajar Al-Aswad ini.
Foto-foto yang dirilis menjadi gambar paling jelas yang memperlihatkan batu kuno bernilai religius tersebut.

Dikutip Daily Mail, ada tiga foto yang memperlihatkan secara detail batu Hajar Aswad. Gambar tersebut diambil dengan teknik baru yang menggunakan fokus panoramik.
" Foto Hajar Aswad ini berukuran hingga 49.000 megapixel. Butuh waktu tujuh jam untuk mengabadikannya, dan lebih dari 50 jam untuk mengolahnya," kata juru bicara General Presidency of the Two Holy Mosques, otoritas yang merilis foto ini.
Dalam proses pemotretannya, diambil 1.050 foto yang masing-masing berukuran 160 gigabyte. Selanjutnya, digunakan sebuah teknik yang disebut focus stacking yang menggabungkan beberapa foto dengan titik fokus berbeda guna menjaga ketajaman hasil akhir.
" Ini penting karena dalam hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ini pertama kalinya ada foto digital batu yang diperbesar dan orang dapat melihat batu itu dari dekat dan secara personal," kata Afifi Al-Akiti, peneliti studi Islam di Oxford University.
Foto pertama memperlihatkan wujud Hajar Aswad yang dilindungi oleh lingkaran perak seperti yang sudah sering kita lihat selama ini.
Lalu foto kedua lebih detail dengan menampilkan bentuk batu tersebut secara keseluruhan. Kemudian foto ketiga memperlihatkan adanya batu hitam di Hajar Aswad.

Ternyata, setelah dipotret dengan foto resolusi tinggi, tampaklah keajaiban Hajar Aswad. Batu ini tidak hitam seperti dugaan selama ini. Ia mengeluarkan warna aslinya yang lebih seperti merah dengan beberapa bagian hitam.
" Orang bisa lihat bahwa ternyata batu ini tidak hitam. Meskipun batu ini belum pernah difoto seperti ini sebelumnya, saya pikir umat Muslim begitu rendah hati dan ilmu pengetahuan bisa berperan penting dalam agama," kata dia.
Umat Islam meyakini batu hitam yang terkenal itu turun dari surga dan diberikan kepada Nabi Ibrahim oleh malaikat Jibril.
Batu Hajar Aswad diletakkan dalam sebuah bingkai perak dan ditempatkan di sudut Kabah di Masjidil Haram, sekitar 1,5 meter di atas tanah.
Mekah adalah pusat spiritual Islam karena di sanalah Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya di awal abad ke-7. Saat pelaksanaan ibadah haji atau umroh, umat Islam berjalan berlawanan arah jarum jam mengelilingi Kabah dalam prosesi tawaf.
Di saat itulah peziarah biasanya menyentuh, mencium, atau menghadapkan telapak tangan kanan ke arah Hajar Aswad saat berjalan melewatinya.
" Batu itu awalnya berwarna putih, bukan hitam. Diperkirakan manusia menyentuh batu itu dan meminta pengampunan dari Tuhan, adalah alasan mengapa batu itu hitam, mencerminkan dosa umat manusia, menurut sumber-sumber Muslim," kata Al Akiti.

Dia melanjutkan, tradisi Muslim menyatakan bahwa batu itu berasal dari Nabi Adam, manusia pertama.
Sumber lain yang dikutip dari Oxford Islamic Studies Online, diyakini bahwa malaikat Jibril memberikan batu itu kepada Ibrahim ketika dia sedang membangun Kabah.
Sedangkan para ilmuwan menunjukkan bahwa batu Hajar Aswad kemungkinan adalah meteorit. Ada juga teori yang mengatakan batu ini jatuh dari langit.
Adapun para peziarah yang datang ke Kabah berusaha mencium batu karena Umar, khalifah Islam kedua, mengatakan kepada para pengikutnya bahwa dia telah melihat sendiri Nabi Muhammad melakukannya sehingga mencium Hajar Aswad menjadi ibadah sunah.
Laporan: Nur Rahma
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya