PPKM Kembali Diperpanjang Dua Pekan, Jawa-Bali Bebas Level 4

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 20 September 2021 18:55
PPKM Kembali Diperpanjang Dua Pekan, Jawa-Bali Bebas Level 4
Seluruh daerah Jawa-Bali di level 3 dan 2.

Dream - Perkembangan situasi Covid-19 terus membaik. Tetapi, pemerintah kembali memperpanjang PPKM di Jawa-Bali dalam dua pekan, mulai 20 September hingga 4 Oktober 2021.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan kabar baik. Dia menyatakan daerah Jawa-Bali bebas dari Level 4.

" Saya sampaikan bahwa saat ini tidak lagi kabupaten kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali. Jadi semua pada level 3 dan 2. Berbagai capaian tersebut tentu harus kita syukuri," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI.

Meski begitu, Luhut mengungkapkan Presiden Joko Widodo terus mengingatkan agar selalu waspada. Karena di tengah kondisi Indonesia yang membaik, negara-negara lain sedang mengalami lonjakan kasus.

" Itu yang harus kita waspadai, risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu," kata dia.

Luhut melanjutkan, kasus Covid-19 per hari ini, 20 September 2021, tercatat sebanyak 1.932 kasus, 6.799 sembuh dan 166 meninggal dunia. Sedangkan kasus aktif berkurang dari 60 ribu menjadi 57 ribu.

" Jadi saya katakan bahwa angka ini kerja keras kita semua," kata Luhut.

1 dari 4 halaman

Jatim Jadi Provinsi Pertama di Jawa yang Masuk PPKM Level 1

Dream - Jawa Timur ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai provinsi di Jawa-Bali pertama yang berhasil turun ke PPKM level 1. Penetapan ini berdasarkan data Hasil Asessment Situasi Covid-19 tingkat Provinsi Kemenkes per 14 September 2021 yang dirilis pada 15 September 2021.

Data asessment tersebut juga menetapkan sembilan kabupaten kota di Jatim sudah level 1. Sembilan daerah tersebut yaitu Situbondo, Sidoarjo, Pasuruan, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Jember, Gresik, Banyuwangi.

" Alhamdulillah....terimakasih....terimakasih...terimakasih...tetap waspada disiplin Protkes. Hasil assesmen Kemenkes...tanggal 14 rilis 15 September ....Jatim Provinsi level 1 pertama di Jawa," tulis Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam unggahan akun Instagram pribadinya, @khofifah.ip.

Mengutip laman jatimprov.go.id, Khofifah mengatakan data ini menandakan penanganan Covid-19 di Jatim menunjukkan tren membaik. Ini dilihat dari tingkat kasus terkonfirmasi, tingkat keterisian rumah sakit, tingkat kematian, transmisi komunitas, tingkat testing, tracing dan treatment, serta kapasitas respon.

 

2 dari 4 halaman

Daerah Level 1, 2, dan 3 di Jatim

Tak hanya tingkat Provinsi, Khofifah juga bersyukur terdapat 9 kabupaten/kota di daerahnya yang sudah ditetapkan masuk dalam level 1 sesuai assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya sebanyak 6 kabupaten/Kota dari hasil assesment yang pada 12 September 2021 lalu. 

Daerah-daerah tersebut adalah Kab. Situbondo, Sidoarjo, Pasuruan, Sidoarjo, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Kab. Jember, Gresik, dan Banyuwangi.

“ Alhamdulillah ada 9 kabupaten/kota yang masuk pada level 1 dari hasil assesment Kemenkes RI. Jatim merupakan assesment level 1 kabupaten/kota terbanyak di Jawa dan Bali,” ungkap mantan Menteri Sosial itu.

Beberapa daerah di Jatim lainnya umumnya masih berstatus PPKM Level2 yang tercatat berada di 26 kabupaten/kota. Angka ini meningkat dari hasil assesment sebelum yang berjumlah 19 daerah.

Sementara hasil assesment dari Kemenkes yang dilaksanakan pada 12 September dan 14 September 2021 menetapkan daerah di Jatim yang berstatus PPKM level tutun dari 13 menjadi 3 kabupaten/kota. Ketiga daerah itu adalah Kab. Trenggalek, Bangkalan, dan Kota Blitar.

Dengan pencapaian ini, Khofifah meminta semua pihak dapat mempertahankan capaian assesment serta posisi zonasi level daerah, maupun unsur-unsur lainnya. Tak lupa Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat diminta tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dimanapun berada.

“ Kondisi seperti ini patut kita syukuri saat ini. Jatim sudah bebas zona merah serta pada level 1 assesment Kemenkes RI. Vaksinasi terus kita gencarkan. Namun prokes jangan sampai lengah. Tetap jaga prokes agar kita segera bisa keluar dari pandemi,” pungkas Khofifah.

 

 

3 dari 4 halaman

Dua Hari Berturut-turut, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Bertambah

Dream - Sempat berkurang, pasien Covid-19 masuk Rumah Sakit Darurat bertambah dalam dua hari berturut-turut. Penambahan terjadi pada sejak Kamis hingga Jumat pagi, 16-17 September 2021.

Kepala Penerangan Kogabwilhan-I, Kolonel Marinir Aris Mudian, mengungkapkan sebanyak 11 pasien baru dirawat di RSD Wisma Atlet pada Kamis dan lima pasien baru pada Jumat. Total pasien yang menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet kini menjadi 548 orang.

" Jumlah pasien rawat inap terdiri dari 252 pria, 296 wanita," ujar Aris.

Sejak mulai beroperasi pada 23 Maret 2020, RSD Wisma Atlet telah merawat 127.744 pasien. Dari jumlah tersebut, 127.196 pasien telah keluar dari Wisma Atlet baik karena sembuh maupun dirujuk ke rumah sakit lain.

Jumlah pasien sembuh setelah menjalani perawatan Wisma Atlet sebanyak 125.575 orang. Sementara, 1.027 pasien dirujuk ke rumah sakit lain dan 594 pasien meninggal dunia.

 

4 dari 4 halaman

Data RSKI Pulau Galang

Aris turut melaporkan data penanganan Covid-19 di RSKI Pulau Galang. Hingga Jumat pukul 08.00 WIB, 273 pasien menjalani rawat inap dengan rincian 180 pasien pria dan 93 pasien wanita.

Dibandingkan Kamis, jumlah pasien yang dirawat berkurang lima orang. Sehingga hari ini pasien Covid-19 di RSKI Pulau Galang tercatat sebanyak 278 orang.

Sementara sejak beroperasi pada 12 April 2020 hingga hari ini, total pasien yang dirawat di RSKI Pulau Galang mencapai 16.337 orang. Dari jumlah tersebut, 16.064 pasien sudah keluar.

" Rincian pasien keluar rujuk ke rumah sakit lain 42 orang, sudah sembuh atau membaik 8.724 orang, suspek selesai perawatan 7.297 orang dan meninggal 1 orang," kata Aris, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar