Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pria Asal Singapura Alami Kecelakaan Di Jepang. (Source: Asia One)
Dream - Mengendarai mobil di musim dingin dan bersalju, tentunya bukan hal mudah. Apalagi, jika kamu mengendarainya di negeri orang.
Hal tersebut bisa berisiko berbahaya dan membahayakan nyawa. Pernyataan itu dibuktikan dengan kecelakaan yang menimpa satu keluarga asal Singapura ketika berlibur di Hokkaido, Jepang pada 10 Januari lalu.
Kala itu, Karthik Balasubramian mengendarai mobil sewaan bersama sang istri dan kedua anaknya. Pria berusia 44 tahun itu berkendara menggunakan GPS karena masih membutuhkan penunjuk jalan meski telah berkunjung ke Hokkaido sebanyak 6 kali.
Sayangnya, panduan GPS tidak terlalu jelas. Bahkan, Karthik tidak mendapat info adanya persimpangan. " Jalanannya naik dan turun dan naik dan turun. Kamu tidak bisa melihat apapun karena ada salju di kedua sisi. Kamu hanya mengikuti jalan dan terus berkendara," ujarnya dilansir dari Asia One.
Sebelum kecelakaan terjadi, ia sempat melihat tanda berhenti dan Karthik pun menginjak rem. Tapi, ternyata dia terlambat menginjak rem dan mobil yang disewa serta dikendarainya tertabrak truk.
" Yang aku dengar hanya istriku berteriak di dalam mobil, sangat kencang. Dan aku masih bisa mendengarnya. Setelah itu, aku pingsan, mungkin selama beberapa menit" .

Foto: Asia One
Setelah sadar, dia mencoba mengeluarkan keluarganya dari dalam mobil. Sang istri, Lin Xiuyue mengalami perdarahan parah ketika berbaring di atas pangkuannya.
Karthik mencoba memberi napas buatan untuk Lin. Sementara orang yang lewat mencoba melakukan CPR agar Lin sadar. Beberapa lama kemudian, ambulans tiba dan menjemput keluarga Karthik ke rumah sakit.
Sayangnya, dokter tidak bisa mengembalikan detak jantung Lin. Anak keduanya yang berusia beberapa bulan, Aahana tidak memiliki luka atau benturan. Tapi, dia tidak selamat dari kecelakaan tersebut.
Sedangkan anak pertamanya yang berusia 3 tahun, Aanya memiliki jahitan di kepala. Karthik sendiri mengalami patah tulang di pinggul yang akhirnya diatasi dengan pemberian pereda rasa sakit.
Pasalnya, Karthik menolak untuk dioperasi karena harus mengurus anaknya. Kecelakaan tersebut masih menghantui Karthik hingga saat ini.
Apalagi, liburannya berjalan baik-baik saja sebelum kecelakaan itu. Mereka sempat mengunjungi beberapa tempat menarik, seperti kebun binatang di Asahijawa untuk melihat penguin.
Namun akibat kecelakaan tersebut, Karthik harus kehilangan istri dan anak keduanya. Meski begitu, ia mendapatkan dukungan dan bantuan dari keluarga serta kerabatnya. Sehingga, ia bisa menjalani hari lebih mudah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya