Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ridwan Kamil (Instagram @ridwankamil)
Dream - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berduka atas meninggalnya 100 dokter akibat tertular virus saat menangani pasien Covid-19.
Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) per 30 Agustus, jumlah dokter yang meninggal akibat terpapar Covid-19 telah menyentuh angka 100 orang dan tersebar di Seluruh Indonesia.
“ Mari mendoakan para pahlawan dari kalangan dokter yang sudah berjuang merawat korban covid namun akhirnya harus berpulang ke hadirat Tuhan YME,” katanya, di Kota Bandung, Rabu 2 September 2020, dikutip dari situs resmi Humas Jawa Barat.
Menurut Ridwan Kamil, meninggalnya 100 dokter Indonesia, menguatkan fakta bahwa pandemi Covid-19 merupakan persoalan yang serius.
“ 100 dokter yang berpulang ini adalah bukti bahwa pandemi ini berat dan tidak mudah,” kata Ridwan Kamil.
Meski demikian, bukan berarti pandemi Covid-19 mustahil dikalahkan. Terlebih saat ini vaksin dalam proses pengembangan, yang berarti ujung Covid-19 sudah mulai terlihat.
" Hilalnya sudah terlihat, kira-kira begitu," ujarnya
Gubernur Jawa Barat itu pun mengutarakan padangannya dalam penanganan pandemi, yakni dengan bergerak bersama Pemerintah dan masyarakat sebagai garda terdepan.
" Penanganan pandemi ini harus dua arah, yaitu kebijakan Pemerintah yang tepat dan ketaatan masyarakat pada kebijakan tersebut dan kedisiplinan pribadi."
Menurutnya, kasus Covid-19 di Jabar secara umum naik turun, namun saat ini cenderung naik seiring pembukaan kegiatan ekonomi yang menurut Emil tidak terelakkan.
" Konsep tarik-ulur, buka-tutup dan ngegas-ngerem terus dilakukan dengan hati-hati dan terukur. Karenanya prinsip 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) tidak bosan-bosannya kami sampaikan," kata Emil.

Ia pun mengajak warga menghargai pengorbanan para dokter dan tenaga kesehatan yang gugur dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.
" Hormati pengorbanan lahir batin para dokter dan tenaga kesehatan dengan menjauhi penularan COVID melalui kedisiplinan diri. Mari disiplin sambil menunggu vaksin," katanya.
(Sumber: Humas Pemprov Jabar)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam