Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wali Kota Risma Menandatangani Nota Kesepahaman Dengan Grup Astra Surabaya Terkait Pengembangan Sumber Daya Manusia Bagi Warga Kota Surabaya. (Liputan6.com/ Dian Kurniawan)
Dream - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menangis. Air matanya membasahi pipinya.
Dia bersyukur, Grup Astra Surabaya memberikan kesempatan magang kepada anak-anak putus sekolah di Surabaya, Jawa Timur.
“ Kalau boleh saya diberikan kesempatan, karena saya terimakasih sekali. Kaki saya tidak kuat,” kata Risma, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 6 Januari 2020.
Risma sambil mengusap air matanya dengan tisu terus mencoba bangkit lagi berdiri dan melanjutkan sambutannya.
“ Terima kasih sekali, Bapak, terima kasih sekali,” ujar dia sembari terisak.
Risma mengatakan, rela masuk ke sungai apabila disuruh Astra untuk menunjukkan rasa terima kasihnya.
“ Saya tidak akan pedulikan (badan) saya. Bagi saya, mereka lebih berharga dibandingkan tubuh saya. Jadi, matur nuwun sekali lagi,” kata Risma.
Risma mengatakan, kesempatan seperti ini sangat jarang diberikan kepada orang lain. Dia merasa bersyukur kesempatan ini diberikan kepada anak-anak Surabaya.
“ Mudah-mudahan Tuhan yang akan membalas kebaikan Bapak, Ibu, sekalian karena kami tidak bisa membalasnya,” kata dia.
Risma tidak menampik kerap merasa kebingungan ketika menangani anak-anak Surabaya yang putus sekolah. Bahkan, dia merasa punya utang apabila belum bisa menyelesaikan anak-anak yang putus sekolah.
Seperti diketahui, Pemkot Surabaya dengan Grup Astra Surabaya bekerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia bagi warga Kota Surabaya. Tahap pertama kerja sama dengan Astra ini, Pemkot Surabaya akan mengirimkan 300 anak untuk magang di Astra.
Mereka akan bekerja magang di kantor Astra selama tiga bulan. Setelah tiga bulan, mereka akan mendapatkan sertifikat dari Astra. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ketika ada lowongan kerja mereka dapat langsung direkrut Astra.
Koordinator Wilayah Grup Astra Surabaya Faris Henky Irawan mengatakan program magang sebenarnya sudah lama dilakukan Astra melalui kerja sama dengan sekolah atau langsung ke anak-anak yang bersekolah.
Tetapi, program magang langsung bekerja sama dengan pemerintah daerah merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Lewat program ini, Astra akan mendidik anak magang yang putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah setelah SMA atau SMK.
“ Jadi, ini benar-benar baru pertama kerja sama langsung dengan pemerintah daerahnya,” ujar dia.
Farus menambahkan anak-anak yang mengikuti magang kerja di Astra akan mengikuti silabus yang sudah disiapkan. Proses magang di Astra hanya tiga bulan karena fokus pada keberlangsungan. Artinya, setelah tiga bulan itu mereka bisa mendapatkan pengalaman kerja yang lebih baik.
“ Kalau memang kami ada lowongan, maka akan kami rekrut juga. Tapi kalau tidak ada, mereka bisa bekerja di perusahaan lain yang memungkinkan. Harapan kami dengan modal sertifikat yang kami keluarkan nanti, mereka dapat menambah daya jualnya ketika bekerja nanti,” kata dia.
Faris mengatakan, para siswa putus sekolah akan magang di tujuh unit bisnis grup Astra, antara lain, unit properti, otomotif, perbankan, dan teknologi.
Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan
Dream - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dijahili para pewarta saat melayani wawancara di ruang kerjanya, Rabu, 20 November 2019. Kejahilan itu sebagai bentuk kejutan untuk perayaan ulang tahun Risma ke-58.
Video kejahilan itu diunggah kembali akun Instagram @m.bachrunnajah. Dalam video tersebut para pewarta awalnya menanyai soal ziarah kubur yang dilakukan Risma.
Risma pun menjawab, ziarah kubur tersebut tidak ada hubunganya dengan hal-hal mistis. Dia menjelaskan mengunjungi makam Syekh Yusuf.
Saat menjelaskan mengenai kunjungan itu seorang pewarta berpura-pura kesurupan. Tapi, untuk meyakinkan kejadian itu tak direkayasa, para pewarta lain berusaha menunjukkan kepanikan.
" Kesurupan iki (ini)" kata seorang wartawan.
View this post on Instagram
Mendengar teriakan pria yang pura-pura kesurupan itu, Risma tampak panik. Mulutnya komat-kamit. Risma tampak meminta segelas air untuk mengobati si lelaki yang pura-pura kesurupan.
Risma yang panik meminta para wartawan lain untuk membisiki si pria yang pura-pura kesurupan. " Ayo bisiki. Alfatihah," kata Risma.
Kepanikan Risma berubah ketika seorang perempuan masuk ke ruangan dan membawa kue ulang tahun. Dia tertawa sembari `memarahi` para wartawan.
" Kurang ajar. Woi, kurang ajar," kata Risma sembari tertawa.
Risma mengatakan, kejutan itu membuatnya ketakutan. Dia mengaku, komat-kamit membaca Al Fatihah.
" Iya baca Al Fatihah. Kok iso main sandiwara ngono," kata dia.
Tawa kemudian muncul dari wajah Risma. Selamat ulang tahun Bu Risma!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya