Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Dream - Desakan pengelolaan haji tidak lagi ditangani Kerajaan Arab Saudi mencuat ke permukaan. Desakan itu mengemuka usai terjadinya dua insiden selama penyelenggaraan haji tahun ini, dan disebutkan bergulir di Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Terkait desakan ini, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak memberikan tanggapan dingin. Dia bahkan membantah desakan itu tidak pernah bergulir di OKI.
" OKI belum pernah mengatakan seperti itu. Sebagian media saja yang mengatakan seperti itu," ujar Mustafa saat Konferensi Pers perayaan Hari Nasional Arab Saudi, di Ciputra World, Selasa, 29 September 2015 malam.
Desakan ini pertama kali digulirkan oleh dua negara yaitu Iran dan Iraq. Sejumlah persoalan yang masih ada dalam proses penyelenggaraan haji membuat dua negara itu menilai, Kerajaan Arab Saudi meminta OKI agar Saudi melepas hak pengelolaan ritual tahunan muslim di seluruh penjuru dunia tersebut.
Dua negara itu menilai pengelolaan haji oleh OKI tersebut sudah sangat diperlukan lantaran kerap terjadinya insiden dalam pelaksanaan haji yang diselenggarakan Arab Saudi. Terlebih, dalam pelaksanaan haji tahun ini dua insiden besar di Mekah dan Mina, total merenggut ribuan korban jiwa.
Selain itu, alasan utama yang digaungkan ialah Arab Saudi akan kesulitan menangani haji karena meningkatnya kuota jemaah.
Saat ditanya bagaimana jika seandainya OKI meminta Arab Saudi melepaskan pengelolaan haji, Mustafa menyatakan persoalan tersebut belum dibahas di internal kerajaan.
" Kami belum bisa menyampaikan hal itu di sini," tegasnya. (Ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya