Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ular Yang Memakan Wanita Di Sultra (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fau)
Dream - Kisah tragis yang dialami Wa Tiba, wanita 54 tahun asal Desa Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Wa Tiba, 54 tahun, yang tewas ditelan ular piton menyisakan cerita mistis.
Wanita malang yang ditemukan tewas di dalam perut ulat piton pada Jumat pagi, 15 Juni 2018, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri itu seperti telah memiliki firasat akan meninggal dengan cara mengenaskan.
Sebelumnya, Adik kandung Wa Tiba, La Hino, 50 tahun, menceritakan jika Wa Tiba pernah mendapat mimpi aneh empat tahun silam. Dalam mimpinya, sang kakak kerap menjumpai ular ukuran besar ketika berkebun.
(Baca: Mimpi Aneh Wa Tiba Sebelum Ditelan Ular Piton)
Menurut dia, Wa Tiba selalu meminta doa agar diberi perlindungan. La Hino merupakan salah satu tetua di kampung mengatakan kakaknya sering mengeluh melihat ular di kebun. Kejadian itu dialami sejak empat tahun lalu.
" Setiap dia lihat ular itu, dia minta saya doakan. Dengan berdoa, ular tidak muncul lagi selama beberapa waktu, tapi kemudian muncul lagi," ucap La Hino, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 26 Juni 2018.
Enam bulan sebelum kejadian, Wa Tiba kembali mengalami mimpi yang tak kalah aneh bahkan cenderung mistis.
© Dream
La Hino mengatakan terakhir kali mendengar keluhan Wa Tiba enam bulan lalu sebelum wanita itu meninggal. Kepada La Hino, Wa Tiba mengaku melihat sosok pria berserban duduk sembari memecah batu di dekat gua.
Saat disapa, kata La Hino, pria itu menghilang. Beberapa lama kemudian, Wa Tiba melihat seekor ular ukuran besar.
" Tidak hanya itu, Wa Tiba ternyata memelihara ayam di kebunnya. Ayamnya habis karena dimakan ular," kata dia.
Kepala Desa Lawela, La Faris, mengatakan kejadian yang sama dialami banyak warga. Ayam peliharaan maupun ternak mereka yang lain habis dimakan ular piton.
" Malah, saya ketemu kakaknya almarhum, dia cerita kalau Wa Tiba tinggalkan sisa makanan di pondok kebunnya sering tak bersisa karena dihabiskan ular," ucap La Faris.
Sayangnya, kata La Faris, Wa Tiba sering mengumpat ketika menjumpai makanan di pondok kebunnya habis dimakan ular. Padahal, menurut kepercayaan warga, seharusnya dibiarkan saja.
" Sebab, kami percaya karena itu bisa saja bukan sembarang," tutur dia.
© Dream
Lokasi kebun Wa Tiba diketahui berada 500 meter dari jalan raya. Selama 7 tahun, kebun itu ditanami singkong dan jagung oleh Wa Tiba.
Untuk menuju kebun itu harus melewati jalan setapak yang dipenuhi semak belukar. Sejak lima tahun lalu, warga enggan berkebun di lokasi itu lantaran dianggap angker.
Wa Tiba membuka kebun tersebut dibantu seorang warga bernama La Madura, 50 tahun. Sehari sebelum Wa Tiba meninggal, ternyata La Madura sempat mengeluh tidak sanggup lagi menggarap kebun karena teror ular.
" Dia bilang (La Madura), 'saya tidak bisa lagi berkebun karena tidak mampu, banyak ular," ucap La Faris menirukan ucapan La Madura.
Sumber: Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya