Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Dokumentasi Pribadi Bosch Indonesia
DREAM.CO.ID - Berkat ketekuan dan pendampingan, sebuah sekolah di Kabupaten Nabire mampu menyulap pekarangan menjadi kebun pangan. Keberadaan perkebunan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal terutama di daerah sekitar sekolah.
Sekolah tersebut berlokasi di SDN Muko, Desa Muko, Tanah Merah, Distrik Yaro. Pekarangaan yang dulunya kosong diubah menjadi kebun produktif dengan barisan sayur mayur dan kandang ternak yang memanfaatkan sumber daya alam lokal.
Selain kerja keras para murid dan pendidikan, program ini berjalan berkat kolaborasi masyarakat setempat dan Bosch Indonesia melalui program pertanian berkelanjutan. Lewat program ini, pihak sekolah dan mitra berkolaborasi menyediakan lahan, bibit unggul, hewan ternak, serta pendampingan intensif selama satu tahun.

Kepala SDN Muko, Agustina Taihuttu mengatakan, Bosch selama tujuh tahun terakhir terus berupaya memberikan dampak nyata bagi anak-anak dan masyarakat sekitar sekolah.
" Awalnya saya menampung anak-anak korban konflik di Intan Jaya serta mereka yang rumahnya sangat jauh, karena yakin setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak," jelas Agustina dilansir dari berita tertulis diterima DREAM, Senin (17/11).
" Kini, setelah ada asrama dan fasilitas belajar yang memadai, lebih dari 220 siswa dari sekitar enam suku berbeda dapat menempuh pendidikan di sekolah ini," sambung dia.

Kebun di SDN Muko bukan hanya menghasilkan pangan, tetapi juga sarana pembelajaran kemandirian. Anak-anak belajar menanam, merawat ternak, dan memahami ketahanan pangan, sambil menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
Hasil panen digunakan untuk gizi harian siswa, mendukung operasional asrama, dan melibatkan warga dalam pengelolaan serta distribusi, sehingga anak-anak belajar menjadi agen perubahan bagi ekonomi dan kesejahteraan desa.
Program ini memadukan praktik pertanian tradisional Papua dengan teknik modern, dari bibit unggul hingga irigasi sederhana, sehingga metode yang diajarkan relevan secara lokal sekaligus produktif. Bupati Nabire, Mesak Magai, pun menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dina Pidjer, berharap kegiatan pemberdayaan pertanian dan peternakan di sekolah dapat menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, serta kerja sama kepada peserta didik sejak dini.
" Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar menanam nilai-nilai kebaikan yang akan mereka tuai dalam bentuk senyum dan kebahagiaan di masa depan," jelasnya.
Sementara itu, selama tujuh tahun terakhir, Bosch Indonesia menyalurkan sekitar 85.000 euro atau Rp1,4 miliar untuk berbagai inisiatif di Nabire, termasuk pembangunan asrama layak huni di SDN Muko.
Tahun ini, Bosch menambah dukungan melalui donasi Rp144 juta untuk program pertanian berkelanjutan, menandai investasi tahunan terbesar perusahaan di Papua sekaligus memperluas inisiatif percontohan yang mendorong transformasi masyarakat secara menyeluruh.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya