Selama 20 Tahun 13 Kali Keguguran, Ibu Dikarunia Anak Usai Diberi Tahu Mendiang Kakek Lewat Mimpi

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 26 Januari 2022 10:00
Selama 20 Tahun 13 Kali Keguguran, Ibu Dikarunia Anak Usai Diberi Tahu Mendiang Kakek Lewat Mimpi
Pesimis bayi di dalam kandungannya akan bertahan dan dokter sudah memvonis keguguran, keajaiban datang setelah mendiang kakek memberi tahunya masih hamil lewat mimpi

Dream - Keajaiban dialami oleh seorang ibu paruh baya yang sudah 16 kali mengalami keguguran selama 20 tahun pernikahan. Di saat harapan hampir hilang, wanita di Inggris itu dikarunia bayi kembar perempuan.

Emma White (38) yang diketahui memiliki seorang anak bernama Molly Rose (12 tahun) memutuskan untuk berhenti berharap memiliki buah hati setelah berulang kali mengalami keguguran.

" Keguguran dimulai ketika saya masih remaja dan terus mengalami 16 keguguran selama bertahun-tahun - semuanya sebelum sembilan minggu. Itu benar-benar menghancurkan," kenang Emma dikutip Dream dari laman Mirror.co.uk.

Sikap itu berubah ketika Emma bertemu dengan suaminya bernama Joe (41). Di pertemun pertamanya, Joe mengutarakan keinginannya memiliki anak setelah menikah. Keinginan yang tentu saja tak ingin dipenuhi oleh Emma.

Namun penolakan itu rupanya tak sepenuhnya dilakukan. Emma hamil setelah menikah dengan Joe. Namun perasaan hancur harus dialami setelah dua kali mengalami keguguran.

 

1 dari 4 halaman

Berkali-kali Hati Hancur

Di akhir tahun 2020, Emma kembali dinyatakan hamil. Kali ini dokter mengatakan Emma sedang mengandung anak kembar. Tapi tepat di hari ulang tahunnya, bayi yang baru berusia enam minggu itu tak bisa bertahan.

" Setelah saya kehilangan si kembar, saya tahu itu saja. Saya tidak bisa melakukannya lagi. Joe benar-benar mengerti."

Saat sudah menyerah dan tak ada usaha untuk kembali memiliki anak, Emma ternyata kembali hamil sebulan kemudian. Dihantui rasa takut akan berakhir menjadi tragedi.

Ketakutannya kembali terjadi ketika di usia kehamilan enam minggu, Emma mengalami pendarahan dan tubuh gemetar. Dia segera dilarikan ke rumah sakit di Leverpool untuk menjalani tes.

 

2 dari 4 halaman

Sempat Bawa Harapan Hamil

Setelah pemeriksaan, tim dokter mengabarakan Emma mengalami kehamilan ektopik, atau sel telur dibuahi diluar rahim. Operasi pengangkatan salah satu saluran tuba pun dilakukan.

Namun kali ini perasaan Emma berubah. Dia merasa kehamilannya berjalan normal. Dan terbukti ketika Emma melakukan pemindaian saat dokter melihat paha depan.

Dokter bahkan mengatakan Emma sedang menjalani kehamilan kembar. Hingga usai sembilan minggu, ujian kembali harus dihadapinya. Dia merasa sesuatu telah jatuh dari dalam perutnya.

Ketakutan itu terbukti ketika dokter kembali mengabarkan berita buruk bahwa tidak ada tanda-tanda kehamilan.

 

3 dari 4 halaman

Mendiang Kakek Datang dalam Mimpi

Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, Emma dibuat terkejut ketika tiba-tiba mendiang kakek yang sudah meninggal muncul dan memberi tahunya bahwa kehamilan itu masih ada.

" Saya bangun dengan kaget. Kakek saya meninggal ketika saya berusia empat tahun dan saya tidak pernah memiliki mimpi seperti itu."

Dia segera mengambil dopler di atas lemari dan menemukan denyut jantung di dalam perutnya. Keyakinan itu terbukti ketika dokter menyatakan Emma masih mengandung dua bayi.

 

4 dari 4 halaman

Sang Bayi Lahir ke Dunia

Kejadian yang dialami Emma terbilang langka karena kehamilan terjadi di paha depannya. Kondisi ini terjadi ketika salah satu dari pasangan kembar mati di dalam rahim dan embrio biasanya kemudian diserap kembali ke dalam tubuh.

Emma akhirnya menjalani kehamilan tersebut dan melakukan induksi ketika kehamilan menginjak usia 37 minggu. Pada 2 Oktober tahun lalu, seorang bayi bernama Auro Azalea lahir ke dunia.

" Saya hanya ingin semua wanita di luar sana tahu bahwa tidak ada rasa malu di dalamnya. Ada begitu banyak dari kita yang menderita, berpikir bahwa kita dibuat, ketakutan setiap kali kita hamil. Saya harap cerita saya dapat memberi harapan. "

Beri Komentar