Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tokoh-tokoh Agama Bersama Din Syamsuddin Dan Duta Besar Terangkat Untuk Palestina Zuhair Alshun (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat Indonesia menggelar pertemuan pasca-pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel.
Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Gomar Gultom mengatakan, pernyataan Trump merupakan bentuk agresi, aneksasi dan provokasi. Pernyataan itu merupakan bentuk lain radikalisme yang melanggar resolusi internasional.
"Keputusan Donald Trump secara nyata menghentikan dan menafikan proses perdamaian Israel-Palestina, yang telah berlangsung selama ini," kata Gomar di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Jakarta, Senin, 11 Desember 2017.
Selain itu, pihaknya juga mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk menolak keputusan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Juga menolak dukungan Trump atas Israel.
"Menyerukan masyarakat lintas agama untuk bersatu padu menolak keputusan Donald Trump," ucap dia.
Sementara itu Duta Besar Terangkat Palestina untuk Republik Indonesia, Zuhair Alshun menegaskan pernyataan Trump tidak akan mengubah kondisi apapun terkait Yerussalem.
Selain itu, katanya, pernyataan Trump juga tidak akan merubah status hak warga Palestina di Yerussalem. "Yerussalem adalah Tanah Suci dan bagian yang tak terpisahkan dari Palestina," kata Zuhair.
Zuhair menilai pernyataan yang dibuat Trump menciderai harkat dan martabat Amerika sebagai mediator perdamaian Palestina dan Israel. Saat ini, kata Zuhair, Yerussalem merupakan Ibu Kota dari Palestina.
"Pemimpin Palestina Yasir Arafat telah membayar mahal dalam hidupnya untuk tidak bergeming sama sekali, bahwa Yerussalem itu adalah ibu kota Palestina," kata dia.
"Oleh karena itu, seluruh rakyat Palestina meneruskan visi Yasir Arafat itu hingga terbentuknya negara Palestina yang berdaulat," ucap dia menambahkan. (ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?