Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Nu.or.id)
Dream - Hubungan seksual menjadi bagian penting dalam kehidupan rumah tangga. Bahkan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kelanggengan hubungan para pasangan suami istri.
Namun ada kalanya, hubungan seksual justru menjadi penyebab perceraian. Setidaknya itulah yang terjadi dalam kehidupan pernikahan Tato dan Tati (keduanya nama samaran).
Karena hubungan intim, keduanya sepakat untuk mengakhiri pernikahan yang baru berumur enam bulan di pengadilan agama.
Penyebabnya, tidak lain adalah gairah tak tertahan Tato yang selalu meminta " jatah" kepada Tati, nyaris di semua kesempatan yang ada.
Awalnya, Tati masih sanggup mengimbangi permintaan Tato yang kerap meminta " jatah" entah pagi, siang, sore, malam sampai subuh itu.
© Dream
Tapi, lama kelamaan, ia pun tak sanggup dan kewalahan karena dipaksa melayani suaminya bisa sampai lebih dari 10 kali dalam sehari semalam.
Bahkan, Tati sampai mengistilahkan, dirinya tak sempat memakai celana dalam biarpun sebentar.
Karena sudah tak tahan lagi, Tati akhirnya mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Klas 1 A Balikpapan.
Berdasarkan penuturan Ketua Majelis Amir Husin, Tati merasa sikap Tato sudah keterlaluan.
" Bilangnya (Tati) sih pagi sampai ketemu pagi (berhubungan badan). Enggak sempat mandi. Istilahnya seperti enggak sempat pakai celana, eh minta lagi," ujar Amir.
© Dream
Amir bahkan mengaku tak bisa menahan senyum saat mendengar pengakuan Tati. Saat dipertemukan di persidangan, sambung Amir, Tato terlihat menyesal dan malu rumah tangganya harus berakhir sangat singkat.
Selain itu, dia seperti tak ikhlas kehilangan istrinya yang berparas cantik bak model. Pasalnya, Tati yang berperawakan tinggi semampai dan berkulit putih memang menjadi kriteria idaman para pria.
Amir menambahkan, Tati juga merasa terkekang dengan sikap Tato yang sangat posesif dan cemburuan. " Sedikit-dikit cemburu. Berbeda sekali dengan saat kuliah dulu," terang Amir.
" Menurut Tati, Tato saat kuliah dulu selalu membebaskan dia melakukan berbagai hal. Mereka jadi sering ribut sampai akhirnya si istri minta cerai duluan," tutupnya.
(Sumber: pojoksatu.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya