Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ohbulan)
Dream - Dalam mengarungi kehidupan rumah tangga, setiap pasangan hendaknya belajar menerima kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing. Sikap tersebut dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan pernikahan agar tetap langgeng dan harmonis.
Seperti yang dilakukan seorang perempuan asal Malaysia berikut ini. Perempuan bernama Nur Hidayah Hasan, sangat sabar dan setia mendampingi suaminya yang menderita penyakit kulit langka.
Dilansir dari Ohbulan, Suaminya yang bernama Hamdan divonis mengidap penyakit kronis Johnson Steven Syndrom. Penyakit tersebut, membuat Hamdan tak bisa pulih seperti sediakala. Bahkan, lelaki yang dicintainya itu sudah tak bisa melihat lagi.

Namun, Nur memilih untuk setia berada di sampingnya. Ia juga tak malu menunjukan kondisi sebenarnya suaminya, yang sedang berdarah-darah saat penyakitnya kambuh.
Nur tetap berbesar hati dan bahkan beberapa kali mengunggah foto selfie bersama suaminya itu ke media sosial.
Banyak orang yang mengomentari foto-foto Nur dan suaminya. Tak sedikit pula yang menyarankan agar Nur meninggalkan suaminya. Ada juga yang memintanya untuk menikah lagi.
© Dream
Dream - Tapi, Nur memilih mengacuhkan semua komentar pedas untuk suaminya. Ia malah memilih untuk membagikan awal mula suaminya dapat terkena penyakit mengerikan itu.
Gejala penyakit yang diderita Hamdan muncul sejak awal tahun, saat bekerja di pabrik garmen di Malaka. Namun malang menimpa Hamdan, karena kurang dari 24 jam kemudian mulut dan matanya mulai membengkak.

" Awalnya setelah bekerja di sebuah toko pabrik garmen, suami saya sakit dan pergi ke klinik untuk perawatan. Dokter memberinya obat dan pil untuk enghilangkan rasa skait di matanya."
© Dream
" Setelah mengonsumsi antibiotik yang diberikan dokter, yang menduga jika suami saya mengidap sakit cacar air. Penyakitnya menjadi lebih serius dan parah karena kulit menjadi keropeng dan berdarah. Membuatnya harus dirawatdi ICU selama sebulan," cerita Nur.
Kini, Nur dan suaminya menumpang tinggal di rumah neneknya di Kampung Morten untuk sementara waktu. Nur memilih untuk menjalani bisnis online untuk menutupi kebutuhan perawatan suaminya.
Johnson Steven Syndrome adalah penyakit yang memiliki gejala seperti flu, tapi membuat kulit berubah menjadi ruam kemerahan yang menyebar ke seluruh tubuh.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya