Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Doisongphapluat.com
Dream - Jika dilihat sekilas, kamu pasti berpikir bahwa bangunan ini hanya sebuah gubuk sederhana. Atau kamu langsung menebaknya sebagai tempat penjual kelontong atau jajanan pasar.
Tentu kamu tak salah jika menduga demikian. Lihat saja penampakannya. Dinding bangunan reot itu terbuat dari kayu yang sudah kusam dengan atap seng.

Belum lagi pintu dan jendela yang terbuat dari seng yang telah berkarat di berbagai sisi. Menguatkan kesan 'reot' pada bangunan itu.
Anggapan itu menjadi pembenaran karena gubuk itu terletak di tempat yang jauh dari kata modern dan aman.
Namun saat gubuk reot itu dibuka, dijamin bisa membuat banyak orang tercengang.
Betapa tidak, bangunan kusam nan reot itu ternyata bukanlah toko kelontong, melainkan sebuah toko emas yang menyimpan banyak barang berharga.
Bangunan reot ini terletak di distrik Cho Lach, Provinsi Ben Tre , Vietnam.

Mengutip doisongphapluat.com, gubuk itu menyimpan emas yang jika di taksir nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Koleksi emas yang tersimpan bahkan sangat banyak dan indah dengan ragam model dan emas murni 18-24 karat.

Toko emas milik Quoc An ini selalu dikunjungi konsumen bertepatan dengan hari kesepuluh Tahun Baru Imlek.
Masyarakat Vietnam selalu merayakan Hari Dewa Kekayaan dengan membeli sejumlah emas bersama sanak saudaranya.
(Sah, Sumber: www.doisongphapluat.com)
Dream - Hidup sebatang kara dan tinggal di rumah penuh rongsokan di Desa Troken, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sudah dilakoni Mbah Legi sejak lama. Meski tak muda lagi, Mbah Legi tetap bekerja keras di tengah keterbatasan ekonomi.

Pria pekerja keras itu sedang menjadi perbincangan media sosial setelah warga setempat melihat benda mengejutkan di rumahnya.
Tak banyak yang tahu jika Mbah Legi ternyata selama ini rutin menyimpan uangnya dalam sebuah celengan. Uang hasil kerja kerasnya itu sudah tersimpan lama di rumahnya.
Cerita mengharukan yang direkam dalam sebuah video ini diunggah seorang pemilik akun facebook bernama Andre.
Dalam video terlihat beberapa warga tengah membantu menghitung ribuan koin dari celengan Mbah Legi. Selain uang koin, ada juga uang kertas yang ditabung.
" Bahkan, beberapa uang pecahan sudah tidak beredar lagi," tulis Andre seperti dikutip Dream, Jumat, 27 Juli 2018.
Saking banyaknya, warga yang terdiri dari anak-anak, orang tua, dan para ibu itu sampai menggelar tikar cukup panjang untuk menghitung uang koin dari celengan Mbah Legi.
Hingga semua uang dalam tabungan dihitung, Mbah Legi ternyata selama ini telah memiliki tabungn senilai Rp14,5 juta. Uang itu ditemukan dalam pecahan uang koin dan kertas.
Meski sudah memiliki uang relatif cukup banyak, Mbah Legi tak pernah berubah. Dia tetap menajalankan aktivitasnya sehari-hari seperti biasa.
Selain celengan, warga dibuat semakin terkejut saat menemukan satu karung milik Mbah Legi. Di dalam karung itu ternyata terdapat beras dan kalung emas.
Selama hidupnya, Mbah Legi biasanya diminta bantuan warga sekitar untuk membantu mencarikan pakan ternak, membersihkan makan dan juga mencari daun untuk hiasan kerun manten.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya