Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Christiane Amanpour (Foto: BBC.com)
Dream - Seorang jurnalis dari stasiun media dunia, CNN, Christiane Amanpour dijadwalkan melakukan wawancara dengan Presiden Iran, Ibrahim Raisi di New York, Amerika Serikat. Sosok pemimpin Iran ini menjadi sorotan seiring munculnya aksi demonstrasi besar-besaran di negaranya.
Namun momen penting yang ditunggu masyarakat dunia itu dibatalkan karena sang presiden meminta Amanpour memakai jilbab sebagai syarat wawancara bisa dilakukan.
Melansir lama BBC, seorang ajudan Raisi mengatakan syarat itu diajukan mengingat situasi di Iran saat ini. Amanpour mengatakan tidak ada presiden sebelumnya yang mengajukan syarat ini saat diwawancarai di luar Iran.
Amanpour juga menambahkan, dia siap melakukan wawancara ketika salah satu ajudan presiden bersikeras dia harus menutup kepalanya.
" Kita ada di New York, di mana tidak ada undang-undang atau tradisi terkait jilbab," ujarnya di Twitter.
Ajudan Raisi kemudian mengatakan wawancara tidak akan berlangsung jika dia tidak memakai jilbab, dan hal ini berhubungan dengan " soal respek" .
Tim dari Amanpour pun membatalkan wawancara. Amanpour kemudian mengunggah foto dirinya tanpa penutup kepala di depan sebuah kursi kosong. Kursi kosong itu seharusnya diduduki Presiden Raisi untuk wawancara.

Diketahui ada seorang warga Iran bernama Mahsa Amini yang ditangkap polisi syariat di Teheran pada 13 September lalu, dia meninggal di rumah sakit setelah mengalami koma. Diduga Mahsa dipukul aparat saat ditangkap karena tidak memakai jilbab dengan benar.
Warga Iran kemudian turun ke jalan di berbagai kota setelah kematian Mahsa. Terjadi unjuk rasa yang telah memasuki hari ketujuh di 80 kota dan daerah di seluruh Iran. Dari unjuk rasa itu sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya