Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Rumah sakit adalah tempat di mana banyak orang berharap bisa sembuh dari penyakit yang diidapnya. Meski merawat orang sakit, pengelola biasanya selalu menjaga tingkat higienitas untuk berbagai perlengkapan yang digunakan.
Namun sebuah rumah sakit di Jepang tanpa sadar telah kecolongan satu hal penting yang tak disadarinya selama 30 tahun. Selama hampir tiga dekade, staf maupun pasien rumah sakit ini ternyata mengonsumsi air toilet.
Terungkapnya insiden ini bermula dari laporan media lokal, Yomiuri Shimbun pada 20 Oktober 2021. Di laporan itu disebutkan Rumah Sakit Universitas Osaka mengumumkan beberapa pipa ledeng di area tertentu sekitar kampus tidak dipasang dengan benar.
Investigasi kemudian digelar dan mendapati temuan pipa air minum ternyata terhubung dengan toilet. Dilaporkan, hal itu terjadi sudah selama hampir 30 tahun lamanya sejak rumah sakit pertama kali dibuka pada 1993.
Selama itu pula, staf dan pasien telah menggunakan air yang tidak aman untuk minum, mencuci, dan berkumur. Mereka pun tidak pernah tahu dari mana sumber air tersebut.
Tidak ada yang memperhatikan masalah ini sampai rumah sakit memutuskan untuk membangun gedung baru. Selama pemeriksaan gedung, perawatan dan diagnosis baru, masalah air yang tidak aman baru ditemukan.
Menariknya, beberapa laporan mengklaim rumah sakit memeriksa warna, bau, dan rasa air setidaknya seminggu sekali. Berdasarkan catatan yang ada, tidak ada masalah air sejak 2014.
Universitas telah mengklaim tidak ada bahaya kesehatan yang ditemukan atau dilaporkan selama penyelidikan. Namun, berita tersebut cepat menyebar menyebabkan kecemasan di antara ribuan orang.
Wakil Presiden Eksekutif RS Universitas Osaka, Kazuhiko Nakatani mengeluarkan permintaan maaf untuk mantan pasien dan anggota staf. Sebab, berita tersebut menyebabkan kecemasan di antara ribuan mantan pasien dan anggota staf.
" Saya sangat menyesal bahwa rumah sakit universitas yang menyediakan perawatan medis tingkat lanjut telah menyebabkan kecemasan," kata Kazuhiko.
Dia menyakinkan air yang digunakan di 105 bangunan universitas sudah diolah dengan baik. Lebih lanjut dia menyatakan kampus akan secara rutin memeriksa sambungan pipa air, dikutip dari news18.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya