Takut Kiamat, Sekeluarga Bunuh Diri Massal

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 31 Januari 2015 16:06
Takut Kiamat, Sekeluarga Bunuh Diri Massal
Sekeluarga termakan oleh isu 'kiamat yang tertunda'.

Dream - Kematian misterius lima anggota keluarga di sebuah rumah di Springville, Utah awalnya membuat bingung pihak berwenang.

Suami istri, Benjamin dan Kristi Strack, ditemukan tewas di tempat tidur mereka pada 27 September 2014.

Sementara di lantai dekat mereka tergeletak jasad tiga anak-anak mereka yang berumur 11 sampai 14 tahun. Semuanya tewas di dalam kamar yang terkunci dari dalam.

Tidak ada tanda-tanda kekerasan, tetapi di samping setiap tubuh, ada cangkir dengan cairan di dalamnya.

Namun pada hari Selasa kemarin, polisi di Springville mengungkapkan temuan dari investigasi mereka.

Mereka menyimpulkan Benjamin dan Kristi telah melakukan bunuh diri dengan minum obat setara racun. Mereka juga menyiapkan obat-obatan setara heroin dengan dosis tinggi untuk dua anak terkecil mereka.

Sementara putra mereka yang berusia 14 tahun, Benson, yang juga minum obat setara racun, kematiannya masih belum dipastikan. Masalahnya, penyelidik tidak yakin apakah dia mampu memutuskan bergabung dengan orang tuanya untuk bunuh diri.

Tapi mengapa keluarga ini melakukan bunuh diri massal?

Menurut pernyataan yang dibuat J. Scott Finlayson, kepala polisi Springville, pasangan tersebut termakan oleh isu 'kiamat yang tertunda'.

Berdasarkan hasil wawancara dengan teman-teman dan kerabat dari keluarga Strack, Finlayson mengatakan, kemungkinan muncul gagasan untuk 'meninggalkan' dunia ini (sebelum kiamat tiba).

Finlayson menambahkan, teman dan kerabat kemudian memberikan keterangan tentang cara meninggalkan dunia tersebut.

Mungkin bunuh diri telah atau bisa saja dimasukkan dalam rencana mereka. Yang lain percaya bahwa mereka akan pindah ke tempat lain.

Tragisnya, pasangan itu memilih pilihan pertama dan mengajak anak-anak untuk ikut mereka.

Polisi juga tidak menemukan adanya surat wasiat di lokasi kejadian. Namun polisi menemukan sebuah catatan yang ditinggalkan Benson untuk seorang teman di sebuah laptop.

Catatan itu mengindikasikan bahwa Benson menyadari bahwa ia akan mati dan memberikan barang pribadinya kepada temannya.

Catatan itulah yang memberikan petunjuk bahwa Benson sebenarnya sudah tahu akan mati. Dan karena terpengaruh oleh keyakinan kiamat orang tuanya, dia akhirnya setuju untuk melakukan bunuh diri.

Menurut laporan otopsi, kematian anak-anak disebabkan oleh obat metadon dan diphenhydramine. Kristi, 36 tahun, tewas setelah menenggak campuran obat yang memiliki level racun tinggi yang terdiri dari metadon, dextrorphan, diphenhydramine dan doxylamine.

Sementara Benjamin, 37 tahun, tewas karena menenggak obat yang memiliki tingkat racun setara heroin. Dan penyelidik meyakini dia adalah anggota keluarga yang meninggal terakhir.

(Sumber: CNN)

Beri Komentar