Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jaksa Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin (Liputan6.com)
Dream - Jaksa Agung, ST Burhanuddin, mengungkap penyebab meninggalnya Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin. Dia menyatakan benar bahwa jaksa yang menangani kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, meninggal karena Covid-19.
"Benar," kata Burhanuddin, dikutip dari Liputan6.com.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, sebelumnya menyatakan Fedrik meninggal akibat komplikasi penyakit gula atau diabetes.
"Informasinya, sakitnya kompliksi penyakit gula," kata Hari.
Fedrik sempat menjabat sebagai Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Fedrik meninggal pada Senin, 17 Agustus 2020 pukul 11.00 WIB saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro.
Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra.
Dream - Fedrik Adhar, jaksa penutut yang menangani kasus teror air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan, meninggal dunia, Senin 17 Agustus 2020.
Novel Baswedan pun mengucapkan belasungkawa atas kepergian Jaksa Fedrik.
"Turut berduka cita. Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya," ujar Novel dilansir dari Merdeka.com, Selasa 18 Agustus 2020.
Jaksa Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin merupakan JPU yang menuntut dua terdakwa pelaku penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan. Dalam tuntutannya, kedua pelaku, Rahmat Mahulette dan Rony Bugis, dituntut hukuman satu tahun penjara.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Hari Setiyono.
"Innalillahi wainailaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah saudara kita Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin, Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara," tutur Hari saat dikonfirmasi, Senin 17 Agustus 2020.
Menurut Hari, Fedrik meninggal hari ini, Senin 17 Agustus 2020 sekitar pukul 11.00 di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro. Belum ada informasi lebih terkait wafatnya Fedrik.
"Informasinya sakitnya komplikasi penyakit gula," katanya.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?