Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Dapat Angpao Mobil Lapis Emas, Langsung Jual Buat Amal

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 12 Februari 2021 15:24
Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Dapat Angpao Mobil Lapis Emas, Langsung Jual Buat Amal
Roll Royce lapis emas itu diberikan oleh Habib Ali Muhammad.

Dream - Pemberian dan penerimaan angpau saat Imlek merupakan tradisi yang sangat populer dilakukan oleh banyak orang keturunan Tionghoa di seluruh dunia. Tidak terkecuali bagi bos jalan tol Jusuf Hamka.

Ia mendapatkan angpau dari temannya, Habib Ali Muhammad. Angpau yang didapatkan pun sangat mewah, yaitu mobil Rolls Royce Phantom Drophead 2021.

Bukan hanya sekedar mobil mewah, Rolls Royce yang diberikan oleh perwakilan Habib Ali juga dilapisi emas. " " Babah Alun" dpt angpao Imlek dari " Habib Ali Muhammad" berupa Roll Royce Phantom Drophead 2021 Gold Plated! Indahnya keberagaman," tulisnya dalam Instagram TV.

1 dari 8 halaman

Jusuf Hamka mendapat angpau mewah dari Habib Ali Muhammad© Instagram @jusufhamka

Dalam unggahan tersebut Jusuf menjelaskan bahwa mobil tersebut datang ketika ia sedang mengontrol masjid Babah Ali.

Ia pun diberikan amplop oleh seseorang yang isinya berupa kunci mobil dan surat dari Habib Ali Muhammad. Surat tersebut berisikan penjelasan seputar hadiah yang diberikan.

" Mobil tsb diberikan sbh hadiah Imlek ataw bisa jg dimanfaatkan utk membantu menambah pembangunan Mesjid2 BA atw warung NKRI lainnya." tulis Jusuf di kolom caption.

2 dari 8 halaman

Merasa mobil itu terlalu mewah dan mubadzir, akhirnya angpau mewah tersebut dijual. Dana penjualannya akan digunakan untuk ha yang lebih bermanfaat atau orang yang lebih membutuhkan.

Ia pun berterima kasih atas pemberian tersebut dan mendoakan agar kebaikan Habib Ali dibalas oleh Allah SWT.

3 dari 8 halaman

Kisah Jusuf Hamka: Dulu Asongan di Masjid Istiqlal, Kini Garap Proyek Rp15 T

Dream - Sosok inspiratif Jusuf Hamka kerap kali mencuri perhatian. Meski hidup bergelimang harta, dirinya selalu tampil sederhana.

Siapa sangka, pengusaha kenamaan asal Indonesia berdarah Tionghoa itu semasa kecil hidup di perkampungan sederhana. Ia bahkan menjajakan dagangan milik orangtuanya di sekitaran Masjid Istiqlal, banyak umat Muslim yang baik padanya kala itu tanpa memandang ras.

Dari pengalamannya tersebut, membuat Jusuf kini berusaha berbalik untuk bisa menolong orang lain.

4 dari 8 halaman

Percaya Allah Selalu Membalas Sedekah Umatnya

Kisah Jusuf Hamka semasa hidupnya,diceritakan kepada Arie Untung. Jusuf percaya, Tuhan memberikan kecukupan dan kelimpahan harta agar ia bisa terus berbagi dengan sesama.

" Menurut saya, ketika ada orang yang kontak. Minta saya sedekah, atau minta bantuan apa gitu. Itu bukan dalam arti nyusahin. Itu Allah sayang sama kita. Itu Allah kirim ke kita, kita bantu. Dengan kita bantu, rezeki kita ditambah puluhan kali dari itu," kata Jusuf seperti dikutip dari channel YouTube CERITA UNTUNGS.

Jusuf Hamka dan Arie Untung© YouTube CERITA UNTUNGS

Jusuf percaya, Allah akan membalas sedekah setiap umatnya dengan puluhan kali lipat kebaikan yang tak terduga.

" Kalau semisal kasih seribu. Insyaa Allah, Allah kasih kita sepuluh ribu minimal. Jangan-jangan sejuta. Ini yang saya alami selama ini. Makin banyak memberi, makin banyak diberi," paparnya.

5 dari 8 halaman

Anak Kampung Rezeki Kota

Pria yang terlahir dengan nama Ali Alun Josef itu tengah mengemban amanah baru. Saat ini dirnya tengah melakukan pembangunan tiga tingkat jalan tol, mengeruk kocek sebesar Rp15,9 triliun.

" Kita baru dapat proyek, membangun jalan tol dari Priok sampai Pluit non-stop sembilan koma enam kilo. Jadi triple decker di atas yang sekarang. Dan ongkosnya mahal, Rp15,9 triliun," ungkap Jusuf.

Jusuf Hamka dan Arie Untung© YouTube CERITA UNTUNGS

Masih tak menyangka, dari anak kampung yang dulunya tidak sanggup pegang jutaan rupiah, kini ia menerima proyek mencapai triliunan.

" Anak kampung mas, haha. Dulu megang uang Rp15 juta saja kagak bisa. Sekarang malah dikasih proyek Rp15,9 T. Itu siapa yang pintar? Itu semua gara-gara Allah. Keren kan, anak kampung dikasih rezeki kota sama Allah. Kalau mau sedekah, jangan sama orang yang kenal saja," paparnya sembari tertawa.

6 dari 8 halaman

Bangun Masjid Sebagai Rasa Syukur

Selama ini Jusuf Hamka dikenal sebagai mualaf yang kerap berbagi, serta memiliki cita-cita untuk membangun 1.000 masjid yang tersebar di Indonesia.

Diakuinya, rumah ibadah itu sengaja ia dirikan sebagai bentuk syukur terhadap kebaikan Tuhan selama ini.

" Membangun masjid ini, selain dari menyampaikan terima kasih pada Tuhan dan tentunya ini bernostalgia saja. Dulu saya waktu masih SD, saya suka dagang es mambo, yang pakai plastik, dagang asongan pakai papan. Sama kacang goreng yang diplastikin," cerita Jusuf.

7 dari 8 halaman

Sempat Dagang Kacang Semasa Kecil

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf menceritakan kisahnya semasa kecil berjualan di sekitaran Masjid Istiqlal.

Sesekali kala lelah, Jusuf selalu tidur di serambi Masjid Istiqlal. Ia merasa sangat nyaman bisa beristirahat di rumah ibadah tersebut.

" Itu saya sering dagang bawa ke Masjid Istiqlal. Dan pada saat itu saya pulang sekolah, jam 12 habis makan saya langsung ambil dagangan di tempat ibunya teman saya. Tanpa sepengetahuan orangtua saya itu. Di kala saya lelah, saya tidur di emperan Masjid Istiqlal. Sejuk sekali itu, nikmat sekali, lantainya marmer. Dulu rumah kita masih tanah merah," ucap Jusuf.

8 dari 8 halaman

Merasakan Kebaikan Umat Muslim

Jusuf merasa ada hikmah tersendiri untuk berjualan di wilayah umat Islam. Sebagian besar dari mereka, kerap kali memberi uang tip untuknya sampai bisa mentraktir para rekan sesama penjual keliling.

" Habis tidur kita dagang kepada saudara-saudara umat Islam yang sholat di situ. Saya sering dikasih tip. Karena mungkin lihat anak Tionghoa dagang. Ada teman-teman kira-kira lima orang, begitu hitung-hitungan pas pulang, untung saya lebih banyak. Karena saya dikasihani orang, dia kagak. Jadi saya bisa traktir mereka makan," papar Jusuf.

Jusuf Hamka dan Arie Untung© YouTube CERITA UNTUNGS

Berkat perjalanan masa kecilnya itu, Jusuf ikut menerapkan kebiasaan berbagi. Setiap kali berbelanja, uang kembaliannya diserahkan pada sang penjual sebagai sedekah.

" Hal ini terjadi pada saya, setiap belanja ya sudah kasih saja lebihnya. Kecil gede, seikhlasnya. Nanti kita ditolong orang. Dulu saya hidup ditolong orang. Saya bantu ibu saya dagang nasi kuning. Saya bawain termos nasi kanan-kiri. Sekarang kita dikasih Tuhan hidup lebih baik," ungkapnya.

Beri Komentar