Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sulawesi Tengah Sering Dilanda Gempa Bumi Dan Tsunami.
Dream – Sulawesi Tengah ternyata punya sejarah panjang gempa bumi dan tsunami, terutama wilayah Palu dan Donggala. Jauh sebelum musibah gempa dan tsunami pada Jumat 20 September 2018, kedua wilayah ini sudah pernah dilanda bencana serupa.
“ Memang wilayah Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Palu dan Donggala rawan terjadi gempa dan tsunami,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Sabtu 29 September 2018.
Sutopo mengatakan, gempa berkekuatan 6,5 yang berasal dari aktivitas tektonik Watusampo di Teluk Palu pernah terjadi pada 1 Desember 1927. Saat itu, ada 14 orang meninggal dunia dan 50 orang luka-luka.
Pada 1950, gempa terjadi di Kabupaten Donggala. Gempa ini menyebabkan tsunami 2 meter yang berlangsung 2 menit.
Kemudian, gempa bermagnitudo 6 di Teluk Tambu, Donggala, pada 14 Agustus 1938. Gempa ini menimbulkan tsunami 8-10 meter di pantai barat Donggala.
“ Sebanyak 200 korban meninggal dunia dan 790 rumah rusak serta seluruh desa di pesisir pantai barat Donggala hampir tenggelam," kata dia.
Gempa juga terjadi pada 1994 yang dikenal dengan gempa Sausu yang terjadi di Kabupaten Donggala dan mengguncang Sulawesi Tengah. Pada 1 Januari 1996, gempa dengan magnitudo 7,4 yang berpusat di selat Makassar mengakibatkan tsunami yang menyapu pantai barat Kabupaten Donggala dan Tolitoli.
Pada 1996 terjadi gempa di Tonggolobibi di Desa Bankir, Tonggolobibi dan Donggala yang menyebabkan tsunami setinggi 3,4 meter datang dan membawa air laut sejauh 300 meter ke daratan. Saat itu sebanyak 9 orang tewas dan bangunan rusak berat.
" Pada 11 Oktober 1998 Kabupaten Donggala diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,5. Ratusan bangunan rusak parah akibat gempa," kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya