Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
Ilustrasi
Dream - Berhati-hati dan teliti saat membeli baju secara online. Bisa-bisa baju yang dibeli ukurannya tidak sesuai dengan saat dipesan.
Terlebih jika jarak antara pembeli dan penjual sangat jauh seperti Amerika Serikat dan Singapura.
Kejadian itu menimpa seorang ibu muda bernama Lindsay Ferrier dari Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Dalam postingan tanggal 21 November di blognya, Ferrier menceritakan pengalamannya saat memesan beberapa baju dari toko online di Singapura.
" Inilah yang terjadi jika Anda memesan pakaian yang terlihat sangat murah dari Singapura," kata Ferrier mengawali kisahnya.
Sebelumnya, Ferrier sangat tertarik dengan desain mantel dan sweater di sebuah toko online dari Singapura yang tidak disebutkan namanya. Tidak hanya itu, yang membuat Ferrier terpesona adalah harganya yang sangat murah sekali.
Menurut Ferrier, sebagian besar busana di situs itu pasti akan membuat para gadis mabuk karena sangat cantik-cantik
" Tapi ketika saya melihat mantel dan sweater, saya langsung jatuh hati. Dan harganya AH-MAZ-ING," katanya. Jika ditotal, lanjut Ferrier, harga kedua incarannya itu tidak sampai US$ 40 (Rp 487 ribu).
" Meskipun situs itu berasal dari Singapura, mereka berani menawarkan bebas ongkos kirim. Atau jika menggunakan ekspedisi, mereka hanya menarik biaya tambahan US$ 1,2 (Rp 14 ribu). Itu sangat murah."
Namun ketika barang sudah dikirim, ibu dua anak ini sangat terkejut. Dalam beberapa foto yang diunggah di blognya, terlihat bahwa ukuran sweater dan mantel tersebut tidak sesuai dengan yang dipesan.
Meskipun sebelumnya Ferrier mengklaim telah mengukur badannya dengan hati-hati dan minta ukuran yang lebih besar dari yang biasa.
Dari keempat item yang dibeli Ferrier, tak satu pun yang pas di badan. Mantel terasa kesempitan dan tidak terbuat dari wool seperti yang diiklankan di situs. Sweater ujungnya mendarat 'di tempat yang tidak menyenangkan' di pinggul atasnya.
Lucunya, saat mencoba pakaian-pakaian tersebut pada putrinya yang masih 10 tahun, semuanya bisa pas.
Setelah mengecek kembali situs tersebut, Ferrier menemukan bahwa toko online tersebut tidak terdaftar di Singapura tapi di Shenzhen, Tiongkok.
Postingan yang dibagikan Ferrier di Facebook mendapat komentar dari warga Singapura. Mereka mengatakan bahwa toko online itu sebenarnya dari Tiongkok.
Mereka mengatakan jika blog toko online Singapura, pasti menawarkan baju-baju berkualitas. Bahkan dibarengi dengan layanan konsumen yang baik.
(Ism, Sumber: AsiaOne)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas