Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Meski bukan pertama kali menelurkan buku, namun ada kesan istimewa bagi Ahmad Rifa'i Rif'an yang merupakan penulis " Maaf Tuhan, Kami Sedang Sibuk" .
Setelah sempat menerima penolakan karena judul bukunya dianggap terlalu lancang dan tidak sopan, namum akhirnya ada penerbit yang tertarik mencetak buku itu.
Kini, buku yang telah memasuki cetakan ke-13 itu menjadi buku paling tebal karya pria berusia 27 tahun itu. Baginya, buku ini istimewa karena merupakan cara ia mengajak para pembaca merenungkan makna hidup.
Terinspirasi dari seorang musisi jalanan cilik yang menyanyikan lagu " Gema Adzan" di sebuah bus kota di Jakarta, membuat hati Rifa'i terenyuh.
Ia pun mengahabiskan malam di bulan Ramadan kala itu, untuk menulis buku yang kini masuk dalam daftar buku terlaris di sejumlah toko buku.
" Sebenarnya inspirasi bisa datang dari mana saja dan ada banyak hikmah yang bisa diambil dari aktivitas sehari-hari. Termasuk saat saya tiba-tiba menangis dengar lirik lagu yang menginspirasi buku ini," kata Rifa'i saat menjadi pembicara bedah buku di acara Universitas Indonesia Islamic Book Fair, kampus UI Depok, Jawa Barat, Rabu 28 November 2014
Menurutnya, respons yang didapat seakan sudah pas, karena ia menulis buku ini dengan hati dan pekaannya agar bisa sampai ke hati pembaca. Ia juga berharap bukunya bisa mempengaruhi aktivitas pembaca ke arah perbaikan.
" Sebenarnya literatur untuk buku ini minim, tapi memang lebih ditujukan untuk bahan perenungan karena dilihat dari pengalaman dan perilaku sehari-hari," ujarnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya