Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Lokasi Asli Kisah KKN Di Desa Penari Ada Di Rowo Bayu, Banyuwangi (Foto: Instagram @erickthohir)
Dream - Film KKN di Desa Penari masih menjadi tontonan unggulan di bioskop tanah air, dengan raihannya hingga minggu ini menembus 6 juta penonton.
Film besutan sutradara Awi Suryadi ini menjadi fenomenal dengan berbagai misteri di baliknya. Banyak orang yang penasaran terkait kisahnya yang kabarnya adalah cerita nyata.
KKN di Desa Penari pertama kali viral ketika kisahnya ditulis oleh akun Twitter @SimpleM81378523 pada 2019.
Banyak spekulasi yang mengatakan bahwa lokasi asli KKN di Desa Penari berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lantaran penyebutan inisial kota B dalam cuitan Twitter Simple Man.
Rasa penasaran itu juga datang kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, yang bahkan menghadirkan seseorang yang mengetahui kisah asli cerita tersebut. Dia adalah Sudirman, yang merupakan pengelola dan penjaga kawasan wisata religi Rowo Bayu di Dusun Kentangan, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.
Dalam unggahan IGTV di akun Instagramnya @erickthohir, sang Menteri berbincang dengan Sudirman sang pengelola dan penjaga kawasan wisata religi Rowo Bayu.

Erick mencari tahu, apakah KKN di Desa Penari merupakan kisah nyata atau fiksi? Sudirman pun menjawab bahwa KKN di Desa Penari adalah kisah nyata yang terjadi di hutan dekat wisata Rowo Bayu pada tahun 2008. Katanya, terdapat enam mahasiswa dari Surabaya yang sedang melakukan KKN.
" KKN di Desa Penari berangkat dari tahun 2008. Ada enam mahasiswa dari Surabaya," ungkap Sudirman.
Sudirman mengungkap, kisah tersebut menjadi horor dan mistis saat dua mahasiswa terlibat kisah asmara. Keduanya menjelajah kawasan utara situs Rowo Bayu.
Lalu mereka bertemu seseorang di tengah hutan belantara dan diajak mampir ke rumahnya. Mereka dijamu berbagai makanan.
" Dalam studi kasusnya, dua remaja ini ada ikatan asmara sehingga dalam menjelajah itu tidak di situs, keluar situs, agak di utaranya," ujar Sudirman.
Ketika seorang mahasiswa bertanya mengenai desa tersebut. Lalu ia mendapat jawaban, jika desa yang sedang dikunjungi adalah Desa Penari.
" Dan ceritalah ini desa apa. Si mahasiswa itu tanya begitu. Dijawablah ini desa penari," lanjutnya.
Dua mahasiswa ini lalu berpamitan saat menjelang sore untuk kembali ke situs wisata religi Rowo Bayu. Sang punya rumah lalu memberikan sebuah bingkisan kepada keduanya.
" Bingkisan bagus, kemasannya pakai kertas koran, dimasukkan di tas di bawalah pulang," kata Sudirman.
Ketika sampai di Rowo Bayu, mereka menceritakan pengalamannya berkunjung ke Desa Penari. Namun empat temannya tak percaya begitu saja.
Saat oleh-oleh dari kunjungan itu dibuka, ternyata isinya mengejutkan. Hingga mahasiswa laki-laki yang pernah berkunjung langsung pingsan.

" Ini saya diberi oleh-oleh, ayo dibuka. Saat dibuka bukan lagi bungkus koran tapi daun talas. Saat dibuka isinya ternyata kepala kera, baru dipotong," cerita Sudirman.
" Beberapa hari kemudian meninggal. Lalu, yang ceweknya menyusul meninggal sebulan kemudian. Itu cerita sesungguhnya versi Kepala Desa," lanjut Sudirman.

Kemudian, pengelola objek wisata Rowo Bayu dan Pemerintah Desa setempat membuat titik-titik lokasi terjadinya KKN di Desa Penari itu.
Mendengar kisah yang dipaparkan Sudirman, membuat Erick Thohir penasaran ingin langsung melihat jejak-jejak kisah KKN di Desa Penari.
Menteri BUMN ini mengaku sudah dua kali berkunjung ke Banyuwangi. Dalam kunjungannya yang ketiga kali nanti, ia berencana ke desa wisata tersebut.
" Saya sudah ke Banyuwangi dua kali, berarti ada ketiganya untuk melihat desa wisata. Tapi ke Desa Penari siang-siang aja," ujar Erick.
Sumber: Instagram @erickthohir
View this post on Instagram
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele