Lokasi Asli Kisah KKN di Desa Penari Terkuak, Ini Wawancara Erick Thohir dengan Penjaga Situs Rowo Bayu Banyuwangi

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 19 Mei 2022 09:00
Lokasi Asli Kisah KKN di Desa Penari Terkuak, Ini Wawancara Erick Thohir dengan Penjaga Situs Rowo Bayu Banyuwangi
Sudirman sang penjaga mengungkap, bahwa KKN di Desa Penari adalah kisah nyata yang terjadi di hutan dekat wisata Rowo Bayu pada tahun 2008.

Dream - Film KKN di Desa Penari masih menjadi tontonan unggulan di bioskop tanah air, dengan raihannya hingga minggu ini menembus 6 juta penonton.

Film besutan sutradara Awi Suryadi ini menjadi fenomenal dengan berbagai misteri di baliknya. Banyak orang yang penasaran terkait kisahnya yang kabarnya adalah cerita nyata.

KKN di Desa Penari pertama kali viral ketika kisahnya ditulis oleh akun Twitter @SimpleM81378523 pada 2019. 

Banyak spekulasi yang mengatakan bahwa lokasi asli KKN di Desa Penari berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lantaran penyebutan inisial kota B dalam cuitan Twitter Simple Man.

Rasa penasaran itu juga datang kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, yang bahkan menghadirkan seseorang yang mengetahui kisah asli cerita tersebut. Dia adalah Sudirman, yang merupakan pengelola dan penjaga kawasan wisata religi Rowo Bayu di Dusun Kentangan, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

1 dari 5 halaman

Dalam unggahan IGTV di akun Instagramnya @erickthohir, sang Menteri berbincang dengan Sudirman sang pengelola dan penjaga kawasan wisata religi Rowo Bayu.

lokasi asli kkn di desa penari© (Foto: Instagram/erickthohir)

Erick mencari tahu, apakah KKN di Desa Penari merupakan kisah nyata atau fiksi? Sudirman pun menjawab bahwa KKN di Desa Penari adalah kisah nyata yang terjadi di hutan dekat wisata Rowo Bayu pada tahun 2008. Katanya, terdapat enam mahasiswa dari Surabaya yang sedang melakukan KKN.

" KKN di Desa Penari berangkat dari tahun 2008. Ada enam mahasiswa dari Surabaya," ungkap Sudirman.

2 dari 5 halaman

Sudirman mengungkap, kisah tersebut menjadi horor dan mistis saat dua mahasiswa terlibat kisah asmara. Keduanya menjelajah kawasan utara situs Rowo Bayu. 

Lalu mereka bertemu seseorang di tengah hutan belantara dan diajak mampir ke rumahnya. Mereka dijamu berbagai makanan.

" Dalam studi kasusnya, dua remaja ini ada ikatan asmara sehingga dalam menjelajah itu tidak di situs, keluar situs, agak di utaranya," ujar Sudirman.

Ketika seorang mahasiswa bertanya mengenai desa tersebut. Lalu ia mendapat jawaban, jika desa yang sedang dikunjungi adalah Desa Penari.

" Dan ceritalah ini desa apa. Si mahasiswa itu tanya begitu. Dijawablah ini desa penari," lanjutnya.

3 dari 5 halaman

Dua mahasiswa ini lalu berpamitan saat menjelang sore untuk kembali ke situs wisata religi Rowo Bayu. Sang punya rumah lalu memberikan sebuah bingkisan kepada keduanya.

" Bingkisan bagus, kemasannya pakai kertas koran, dimasukkan di tas di bawalah pulang," kata Sudirman.

Ketika sampai di Rowo Bayu, mereka menceritakan pengalamannya berkunjung ke Desa Penari. Namun empat temannya tak percaya begitu saja.

Saat oleh-oleh dari kunjungan itu dibuka, ternyata isinya mengejutkan. Hingga mahasiswa laki-laki yang pernah berkunjung langsung pingsan.

lokasi asli kkn di desa penari© (Foto: Instagram/erickthohir)

" Ini saya diberi oleh-oleh, ayo dibuka. Saat dibuka bukan lagi bungkus koran tapi daun talas. Saat dibuka isinya ternyata kepala kera, baru dipotong," cerita Sudirman.

" Beberapa hari kemudian meninggal. Lalu, yang ceweknya menyusul meninggal sebulan kemudian. Itu cerita sesungguhnya versi Kepala Desa," lanjut Sudirman.

4 dari 5 halaman

lokasi asli kkn di desa penari© (Foto: Instagram/erickthohir)

Kemudian, pengelola objek wisata Rowo Bayu dan Pemerintah Desa setempat membuat titik-titik lokasi terjadinya KKN di Desa Penari itu.

Mendengar kisah yang dipaparkan Sudirman, membuat Erick Thohir penasaran ingin langsung melihat jejak-jejak kisah KKN di Desa Penari.

Menteri BUMN ini mengaku sudah dua kali berkunjung ke Banyuwangi. Dalam kunjungannya yang ketiga kali nanti, ia berencana ke desa wisata tersebut.

" Saya sudah ke Banyuwangi dua kali, berarti ada ketiganya untuk melihat desa wisata. Tapi ke Desa Penari siang-siang aja," ujar Erick.

Sumber: Instagram @erickthohir

Beri Komentar